2 Cara Menghitung Bunga Deposito Serta Rumusnya

Mengelola keuangan sejak dini memang menjadi hal wajib untuk memiliki kondisi finansial yang lebih baik di masa depan. Dengan bijak melakukan mengelola keuangan sejak dini tentunya, akan menghasilkan keuntungan tambahan bagi kamu. Salah satu cara mengelola keuangan dengan lebih baik untuk masa depan adalah dengan mengembangkan dana melalui instrumen keuangan seperti contohnya deposito. Tetapi, banyak yang tidak mengetahui terkait bagaimana cara menghitung bunga deposito.

Deposito menjadi salah satu pilihan investasi yang aman dengan keuntungan yang cukup menjanjikan. Nah, untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan tentunya membutuhkan pemahaman yang benar disertai pengelolaan investasi yang baik sehingga nanti hasilnya optimal. Di bawah ini kita akan membahas mengenai cara menghitung bunga deposito serta rumus perhitungannya.

Cara Menghitung Bunga Deposito

Instrumen investasi yang satu ini memang dikenal sebagai salah satu instrumen yang minim risiko. Deposito juga tetap menawarkan suku bunga yang menarik terutama jika dibandingkan dengan suku bunga tabungan. Nah, pentingnya memperkirakan keuntungan yang bisa didapat dari beberapa perbandingan deposito di setiap perbankan yang ada.

Ingat! Bunga yang ditawarkan setiap bank tentunya berbeda-beda tergantung pada kebijakan setiap perbankan. Untuk mengetahui perhitungan bunga deposito ini didasari pada dua situasi yaitu:

  1. Rumus Bunga Deposito Berdasarkan Total Pendapatan Per Jatuh Tempo
    Rumus bunga deposito ini dilakukan dengan melakukan perhitungan total pendapatan yang kamu dapatkan setiap jatuh tempo. Cara menghitung bunga deposito di bawah ini akan membantu kamu mengetahui estimasi keuntungan yang didapat secara keseluruhan. 

Bunga Deposito = Jumlah Setoran + (Keuntungan Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

Selain itu untuk menghitung keuntungan dari bunga deposito ini besaran pajak yang didapatkan menggunakan rumus ini:

Keuntungan Bunga Deposito = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) : 365 hari

Namun, untuk besarnya pajak dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Jumlah Pajak Deposito = Keuntungan Bunga Deposito x Tarif Pajak

Contoh perhitungannya saat kamu ingin menyetor dana senilai Rp50.000.000 untuk jangka waktu 12 bulan, dimana suku bunga deposito yang ditetapkan sebesar 3% dengan pengurangan pajak yang harus ditanggung sebesar 20%.

  • (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) : 365 hari
  • (Rp50.000.000 x 3% x 180 hari) : 365 hari
  • Rp270.000.000 : 365
  • = Rp739.726

Selanjutnya, kamu perlu melakukan perhitungan jumlah pemotongan pajak yang harus ditanggung:

  • Keuntungan Bunga Deposito x Tarif Pajak
  • Rp739.726 x 20%
  • = Rp 147.945

Apabila keuntungan yang didapat dari bunga deposito serta jumlah potongan pajak yang harus ditanggung sudah didapatkan, kamu dapat mulai melakukan perhitungan dari bunga deposito.

  • Jumlah Setoran + (Keuntungan Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)
  • Rp50.000.000 + (Rp 795.726 – Rp 147.945)
  • Rp50.000.000 + Rp 647.781
  • = Rp50.647.781

Total akhir dari pendapatan yang bisa diterima dari deposito tersebut senilai Rp50.647.781

  1. Rumus Bunga Deposito Berdasarkan Keuntungan Setiap Bulan
    Cara lainnya untuk menghitung bunga deposito adalah dengan mengetahui bunga deposito setiap bulannya. Di bawah ini rumus perhitungannyaRumus bunga deposito ini dilakukan dengan melakukan perhitungan total pendapatan yang kamu dapatkan setiap jatuh tempo. Cara menghitung bunga deposito di bawah ini akan membantu kamu mengetahui estimasi keuntungan yang didapat s

Total Bunga = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

Angka 80% pada rumus di atas didapatkan dari persentase pendapatan dikurangi persentase pajak yang harus ditanggung yaitu 100% - 20%. Contohnya, saat kamu ingin melakukan setoran deposito senilai Rp50.000.000 untuk jangka waktu 12 bulan. Namun, suku bunga deposito yang ditetapkan sebesar 3% dengan pengurangan pajak yang harus ditanggung sebesar 20%. Sehingga cara perhitungan berdasarkan pendapatan per bulannya adalah:

  • (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari
  • ( Rp 50.000.000 x 3% x 80% x 30 hari) : 365 hari
  • 36.000.000 : 365
  • = Rp98.630

Dari hasil perhitungan di atas, maka keuntungan bersih yang bisa Anda dapatkan setiap bulannya adalah Rp98.630.

Itulah beberapa cara menghitung bunga deposito yang benar dan bisa kamu simulasikan secara langsung sendiri. Untuk kamu yang bingung mencari deposito yang cocok untuk kamu, Danamon memiliki produk deposito berjangka dengan keleluasaan pilihan jangka waktu dan mata uang, suku bunga lebih tinggi dan tentunya kompetitif.

Jangka waktu produk deposito Danamon juga beragam mulai dari 1, 3 hingga 12 bulan dan tentunya suku bunga yang diberikan Danamon juga cukup menarik untuk kamu. Yuk mulai persiapkan masa depan bersama Danamon.


BERITA TERPOPULER