Market Update Bancassurance Februari 2021

Bagaimana pandangan Anda untuk  kondisi ekonomi di 2021?

Kami memandang 2021 sebagai tahun pemulihan didukung oleh vaksinasi secara global yang menjadi kunci untuk normalisasi aktivitas ekonomi. Di bulan Januari IMF merevisi naik poyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 dari sebelumnya 5.2% menjadi 5.5% didukung oleh ketersediaan vaksin yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Potensi perbaikan ekonomi juga didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang tetap akomodatif. Tingkat suku bunga diperkirakan masih dipertahankan pada level rendah dan program pembelian asset skala besar (quantitative easing) juga masih akan dipertahankan sehingga tingkat likuiditas tetap tinggi dan mendukung pemulihan ekonomi. Dinamika kondisi ini berpotensi untuk menghasilkan iklim yang kondusif bagi pasar saham dan obligasi.

Berbagai negara mengeluarkan stimulus secara besar, apakah langkah ini meningkatkan risiko melonjaknya inflasi yang dapat menekan bank sentral untuk menaikkan suku bunga?

Dalam pandangan kami inflasi akan tetap pada level terjaga di tahun ini dan belum akan mendorong bank sentral untuk melakukan pengetatan kebijakan. Inflasi di semester I-2021 diperkirakan meningkat karena faktor low base di semester I- 2020, namun inflasi berpotensi mengalami moderasi di semester II-2021. Tingkat pengangguran secara global – termasuk di Indonesia - belum kembali pada level full employment sehingga stimulus yang dikeluarkan tidak memberikan tekanan inflasi tinggi. Stimulus saat ini lebih bersifat menopang daya beli, bukan sebagai booster tingkat pengeluaran yang dapat menyebabkan inflasi.

Pasar saham dan obligasi mencatat kinerja negatif di bulan Januari, bagaimana komentar Anda terkait kondisi ini?

Secara fundamental, rilis data ekonomi di bulan Januari masih sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga menurut kami pelemahan di bulan Januari bukan disebabkan karena terjadi perubahan faktor fundamental. Volatilitas pasar di bulan Januari lebih disebabkan oleh faktor teknikal, di mana pasar sudah menguat berturut-turut di periode Oktober – Desember sehingga rawan terhadap aksi ambil untung. Di bulan Februari juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia dan emiten akan mulai merilis laporan keuangan kuartal IV-2020 sehingga ini juga dapat menjadi faktor bagi pasar untuk konsolidasi dan mencerna rilis data tersebut lebih dulu.

Pada masa pandemi peran investor ritel dalam  pasar saham membesar. Apakah ini menjadi kekhawatiran, terutama setelah fenomena saham Gamespot di Amerika Serikat yang sempat menyebabkan volatilitas di pasar saham Amerika Serikat?

Fenomena meningkatnya partisipasi investor ritel terjadi di seluruh dunia di 2020. Mungkin karena lebih banyak aktivitas di rumah, akses informasi dan platform online trading yang tersedia memudahkan masyarakat untuk berinvestasi di pasar saham. Menurut kami meningkatnya minat untuk berpartisipasi merupakan hal yang positif, karena ini akan mendukung pendalaman dan pertumbuhan pasar modal. Semakin banyak investor yang berpartisipasi maka mekanisme pasar akan menjadi lebih efisien dan lebih resilien terhadap risiko keluarnya dana asing dari pasar. Di sisi lain edukasi investor juga menjadi faktor penting untuk menekankan berinvestasi berdasarkan analisa dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan saja. Terdapat risiko herd mentality yang dapat menyebabkan meningkatnya volatilitas pasar jangka pendek apabila investor sekedar ikut-ikutan dan tidak melakukan analisa dengan baik.

Kasus Covid-19 Indonesia meningkat di awal tahun ini. Apakah kondisi ini mempengaruhi outlook Anda untuk pemulihan ekonomi tahun ini?

Penanganan pandemi merupakan salah satu risiko yang harus dicermati. Penigkatan kasus yang signifikan membuka risiko lockdown yang dapat berdampak negatif bagi pemulihan ekonomi. Tapi di sisi lain kami melihat program vaksinasi sudah dimulai, dan Indonesia sudah mengambil langkah baik dengan melakukan diversifikasi sumber vaksin sehingga meminimalisir risiko tertundanya produksi vaksin. Oleh karena itu kami memandang positif program vaksinasi secara luas dapat dijalankan dengan baik oleh pemerintah dan memitigasi risiko meningkatnya kasus Covid-19.

Bagaimana pandangan Anda terhadap pasar obligasi tahun ini? Apakah ada prospek menarik bagi pasar obligasi setelah mencatat kinerja kuat di 2020?

Prospek pasar obligasi sangat erat hubungannya dengan kondisi makroekonomi terutama terkait suku bunga, inflasi, dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Pasar obligasi secara historis mencatat kinerja baik pada tren suku bunga rendah dan inflasi tetap terjaga. Menurut kami dinamika kondisi makroekonomi tahun ini akan tetap suportif bagi pasar obligasi, di mana suku bunga diperkirakan tetap rendah dan inflasi tetap pada level yang terjaga. Selain itu kami juga melihat ada potensi meningkatnya minat investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia, karena pasar Indonesia merupakan negara dengan peringkat investment grade yang menawarkan tingkat imbal hasil obligasi tinggi, sehingga dapat menarik investor asing di tengah era suku bunga rendah saat ini. Investor dapat mempertimbangkan pilihan investasi di pasar obligasi apabila menginginkan instrumen investasi dengan tingkat volatilitas lebih rendah dari pasar saham.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di pasar saham adakah saran bagi investor ingin mulai berinvestasi di pasar saham?

Beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan bagi investor baru:

  1. Lakukan perencanaan keuangan yang baik sebelum mulai berinvestasi. Rencanakan pengeluaran apa yang kita butuhkan ke depannya dan kapan kita butuhkan dana tersebut, jangan sampai kita menggunakan dana untuk kebutuhan penting jangka pendek sebagai dana investasi di pasar saham.
  2. Kenali saham yang hendak dibeli dan lakukan analisa fundamental, jangan membeli saham karena ikut-ikutan atau saran semata.
  3. Monitor fundamental saham yang kita miliki. Prospek suatu saham dapat berubah sejalan dengan perubahan tren industri atau perubahan internal perusahaan.
  4. Investor dapat memanfaatkan reksa dana saham apabila tidak memiliki waktu atau kapabilitas untuk mengelola portofolio sendiri. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi profesional yang selalu mencermati perkembangan terakhir di pasar.

 


 

Seeking α adalah komunikasi bulanan yang dirilis oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Disampaikan dalam format Tanya- jawab, Seeking α ditujukan untuk menyajikan pandangan para ahli investasi MAMI yang berorientasi ke depan, langsung ke hadapan Anda, para investor profesional MAMI.
Bulan ini kami mengetengahkan komentar pasar terkini dari Chief Economist & Investment Strategist, Katarina Setiawan. 

Katarina Setiawan
Chief Economist & Investment Strategist

 

Katarina bergabung dengan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) pada 1 Juli 2013. Ia memperoleh izin Wakil Manajer Investasi dari Bapepam-LK pada 30 April 1999 dengan no.: KEP-28/PM/IP/WMI/1999. Ia telah memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun di industri keuangan dan pasar saham. Sebelum bergabung dengan MAMI, Katarina bekerja di Kim Eng Securities sebagai Research Director. Sebelumnya Katarina bekerja sebagai Director di IBAS Consulting, Director di Omni Nusantara dan Supervisor Consultant di Arthur Andersen & Co. Katarina menyandang gelar Master of Business Administration dari Indiana University di Bloomington, USA.

 

 


PENGUNGKAPAN DAN SANGGAHAN:

Informasi di dalam dokumen ini disusun berdasarkan sumber yang dapat dipercaya oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia namun PT Manulife Aset Manajemen Indonesia tidak menjamin keakuratan, kecukupan, atau kelengkapan informasi dan materi yang diberikan. Baik PT Manulife Aset Manajemen Indonesia atau afiliasinya, maupun direksi, pejabat atau pegawainya tidak bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum dan keuangan yang timbul, baik terhadap atau diderita oleh orang atau pihak apapun dan dengan cara apapun yang dianggap sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan atas dasar keseluruhan atau sebagian dari dokumen ini.

Dokumen ini disusun untuk tujuan pemberian informasi dan tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi, nasihat professional, penawaran, penjualan atau ajakan oleh atau atas nama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia kepada siapa pun untuk melakukan pembelian atau penjualan efek. Dokumen ini tidak memuat nasihat investasi, hukum, akuntansi, perpajakan atau pernyataan bahwa suatu investasi atau strategi sesuai atau cocok untuk kondisi Anda, atau merupakan rekomendasi personal untuk Anda. Analisa trend ekonomi di dalam dokumen ini tidak mengindikasikan hasil kinerja investasi masa depan. Dokumen dan pendapat yang disampaikan di dalam dokumen ini dibuat oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia pada tanggal publikasi dokumen, dan dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar atau lainnya. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Investasi mengandung risiko, termasuk risiko berkurangnya nilai awal investasi. Dalam melakukan investasi, apabila ada keraguan, disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat profesional.

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia adalah perusahaan Manajer Investasi dengan izin dari Bapepam No. Kep-07/PM/MI/1997 tertanggal 21 Agustus 1997. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia adalah bagian dari Manulife Asset Management. Informasi selengkapnya mengenai Manulife Asset Management dapat ditemukan di www.manulifeam.com. Manulife Asset Management, Manulife, dan desain logo Manulife adalah merk terdaftar dari Manufacturers Life Insurance Company dan digunakan oleh Manulife dan afiliasinya.


BERITA TERPOPULER