Belajar Dari 4 Anak Muda Indonesia Yang Punya Perusahaan Teknologi Bervaluasi 1 Miliar Dollar, Penuh Inspirasi!

Kemajuan sebuah negara tak hanya diukur dari seberapa besar power yang dimiliki, namun juga dapat dinilai dari kualitas generasi muda yang ada. Faktanya, banyak anak muda Indonesia yang kini berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi yang terdepan. Sukses membangun usaha dengan ide dan kerja keras sendiri hingga memperoleh hasil yang tak perlu diragukan lagi. Berikut profil 4 anak muda Indonesia paling sukses di Indonesia. Berhasil mendirikan dan mengembangkan perusahaan teknologi dengan valuasi 1 miliar dolar!

 

Go-Jek

 

Nadiem Makarim adalah pria berusia 34 tahun yang namanya cukup dikenal seiring dengan booming-nya Go-Jek di Indonesia. Perusahaan jasa transportasi berbasis teknologi ini tak perlu diragukan lagi keberhasilannya. Dengan meraih valuasi hingga 4 miliar dolar, tak salah jika Nadiem menjadi sosok anak muda Indonesia yang sukses dan patut ditiru jejaknya. 

Pria kelahiran Singapura, 4 Juli ini diketahui menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Melanjutkan pendidikan SMA di Singapura, Nadiem kemudian menempuh pendidikan S1 di Brown University, Amerika Serikat. Mengambil jurusan International Relations, Nadiem sempat mengikuti program foreign exchange di London School of Economics sebelum kemudian melanjutkan studi S2 di Harvard Business School, Harvard University dengan gelar MBA (Master Business of Administration).

Memiliki resume pendidikan yang impressive, tak sulit bagi Nadiem untuk diterima kerja di sebuah perusahaan konsultan ternama di Jakarta, Mckinsey & Company. Menghabiskan waktu 3 tahun bekerja di sana dan diketahui pula pernah bekerja sebagai CO-Founder dan Managing Editor Zalora Indonesia, ia pun pada tahun 2011 lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri, yang tak lain adalah Go-Jek. Berbekal sejumlah pengalaman yang ia punya, kini Go-Jek telah menjelma sebagai perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: PrivyID pemenang Danamon Entrepreneur Awards

 

Traveloka

 

Siapa yang tidak kenal Traveloka? Perusahaan yang bergerak di bidang reservasi tiket ini sangat dicintai oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Berkat keberadaannya yang mempermudah proses reservasi tiket, perusahaan yang didirikan pada tahun 2012 ini pun telah memiliki nilai valuasi hingga 2 miliar dollar. Ia lah Ferry Unardi, anak muda Indonesia yang melahirkan Traveloka.

Pria kelahiran Padang, 16 Januari 1988 ini mengeyam pendidikan S1 di Purdue University jurusan Computer Science and Engineering, dan kemudian berhasil diterima kerja di Microsoft, Seattle. Bekerja sebagai software engineer selama tiga tahun, Ferry mulai merasa kesulitan untuk menjadi yang terbaik di Microsoft. Akibat jenuh, Ferry mencoba mencari pemikiran baru dengan terbang ke China. Hasilnya adalah ia mendapatkan ide untuk membuka perusahaan yang bergerak di bidang industri travel dan penerbangan.

Berbekal title insinyur (software engineer), Ferry tak lantas mendirikan bisnis startup. Ia merasa perlu untuk mengumpulkan pengetahuan sehingga melanjutkan pendidikan S2 Bisnis di Harvard University. Saat masih duduk di semester 1, Ferry tertarik mengembangkan ide bisnis startup di bidang mesin pencari tiket pesawat. Ide itu muncul karena ia merasa kesulitan untuk memesan tiket Amerika-Indonesia. Dari sana, ia mengembangkan sebuah mesin pencari tiket pesawat dengan teknologi yang lebih modern, fleksibel, dan praktis.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Ferry memutuskan untuk mendirikan perusahaan startup yang bergerak di bidang reservasi tiket pada tahun 2012. Ferry dan dua rekannya, Derianto Kusuma dan Albert, pada tahun 2013 kemudian mengubah Traveloka sebagai situs reservasi tiket pesawat. Keputusan itu didapat setelah menyadari bahwa orang-orang tak hanya ingin mencari tiket murah namun juga ingin langsung memesan tiket. Konsep Traveloka pun menjadikannya sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Coba cara ini untuk mengembangkan bisnis keluarga

 

Bukalapak

 

Situs transaksi jual beli online (e-commerce) sudah semakin menjamur di Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah Bukalapak. E-commerce yang kini telah meraup nilai valuasi hingga Rp 1 miliar dolar ini lahir dari sosok pekerja keras dan pantang menyerah, Achmad Zaky. Ia adalah anak muda Indonesia yang pastinya membuat bangga. Mengingat ia telah berhasil membangun sebuah platform yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah tahun 1986 ini merupakan lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan Teknik Informatika. Awalnya, Zaky memiliki impian yang cukup sederhana, yaitu mendapat pekerjaan bagus dengan gaji besar. Tapi, seiring berjalannya waktu, ia menghadapi perubahan pola pikir. Apalagi banyak lulusan ITB yang terkenal menjadi pengusaha sukses, sebut saja Aburizal Bakrie atau Arifin Panigoro.

Sejak kuliah, Zaky pun sudah sering terlibat dalam dunia startup. Terbukti dengan pengalamannya mendirikan Suitmedia (perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan website perusahaan yang masih berjalan hingga sekarang). Suitmedia mengalami perkembangan cukup pesat pada tahun 2010, yang membuatnya kembali berpikir untuk membangun startup yang lebih bermanfaat. Idenya adalah membuka situs yang dapat memfasilitasi penjual dan pembeli. Akhirnya, ia membuka Bukalapak pada tahun yang sama.

Bersama rekannya, Nugroho, Zaky mulai merancang platform jual beli online. Konsepnya, pembeli dan penjual tak perlu bertemu untuk bertransaksi. Sistem itu pun selesai dalam waktu 2 bulan. Zaky pun sempat mengalami waktu sulit dalam mengajak orang-orang berjualan melalui Bukalapak. Meskipun proses jual beli di Bukalapak gratis, banyak yang berpikir berjualan online cukup rumit dan jualan secara offline sudah cukup.

Namun, Zaky tetap gencar menarik orang-orang untuk bergabung, baik melalui ajakan langsung kepada orang-orang yang berjualan di mall, memanfaatkan facebook, hingga mendekati sejumlah komunitas untuk menggunakan Bukalapak. Zaky juga terus menyebarkan kisah sukses seller melalui media sosial untuk mengedukasi seller yang ketika itu ragu bergabung karena masalah kepercayaan terhadap e-commerce. Akhirnya, usahanya itu membuahkan hasil.

Transaksi jual beli yang berlangsung di Bukalapak terus bertambah, bahkan mencapai angka Rp 5 Miliar per hari. Kesuksesan membantu banyak orang, membuat Zaky dan tim senang meskipun belum meraih keuntungan. Namun kemudian, mulai ada investor yang tertarik menyuntikkan dana, mulai dari Softbank hingga Sequoia Capital. Hasil kerja keras Zaky dan timnya pun terbayar dengan banyaknya tawaran investasi. Melalui suntikan dana tersebut, kini Bukalapak telah menjelma sebagai salah satu platform jual beli online terbesar di Indonesia.

Baca Juga: 2 Ide bisnis kreatif saat musim hujan

 

Tokopedia

Willian Tanuwijaya adalah sosok penting dibalik suksesnya salah satu e-commerce paling sukses di Indonesia, Tokopedia. Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini menghabiskan masa kecil hingga SMA di kampung halamannya, Pria yang lahir pada tanggal 18 November 1981 ini kemudian memberanikan diri untuk pindah ke Jakarta guna menempuh pendidikan S1 di Universitas Binda Nusantara. Ia pun kerap melakukan pekerjaan sampingan untuk membiayai kuliahnya sendiri. 

Lulus dair BINUS, Willian kemudian bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan software komputer. Kerap terpikir akan ide membuka perusahaan sendiri, ia akhirnya mendirikan Tokopedia pada tahun 2007 lalu. Ide itu lahir ketika William hadir sebagai moderator dalam forum online Kafegaul yang memiliki fasilitas jual beli. Hal itu memberinya inspirasi hingga keberanian membangun startup baru yang kemudian diberi nama Tokopedia.

William pun mengajak temannya, Leontinus Alpha Edison untuk membangun bisnis tersebut. Sadar usahanya itu memerlukan biaya yang besar, William pun gencar mendatangi satu per satu orang yang ia kenal untuk menyuntikkan modal pada idenya tersebut. Ia menekankan ide jual beli online yang dapat memecahkan masalah marketplace di Indonesia. Awalnya banyak yang ragu dan mempertanyakan pengalamannya sebagai seorang pebisnis. Namun dengan kepercayaan diri dan keyakinan, William tanpa menyerah berjuang selama 2 tahun mencari modal.

Hingga pada akhirnya usahanya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun 2009, 6 Februari, Tokopedia resmi berdiri. Pada 17 Agustus perusahaan miliknya ini pun resmi diluncurkan ke publik setelah mendapat suntikan dana dari para investor dan bos tempatnya dulu bekerja. Berkat ide gemilangnya itu, Tokopedia bahwa mendapatkan penghargaan sebagai e-commerce terbaik di Indonesia dari Bubu Awards dan hingga kini masih menjadi salah satu yang terbaik.

Mengubah ide menjadi bisnis yang menghasilkan keuntungan besar terkadang hanya soal keberanian dan kerja keras. Apabila saat ini Anda juga memiliki ide yang berguna, jadikan 4 anak muda sukses dari Indonesia di atas sebagai inspirasi Anda. Kini, Anda pun bisa mendirikan bisnis sendiri dan tak perlu bingung soal memegang kendali usaha Anda dengan D-Financial dari Danamon. Anda bisa mengelola arus perputaran kas di mana dan kapan saja dengan optimal. Mulai lah mengubah ide Anda jadi usaha nyata, sekarang!


BERITA TERPOPULER