5 Tips Agar Anda Lebih Rajin Menabung

Semua orang tahu bahwa menabung merupakan sebuah hal yang sangat dianjurkan. Anjuran untuk menabung bahkan sudah sering diajarkan oleh orang tua kita sejak kecil. Menabung dapat memberi banyak manfaat dalam hidup, misalnya membantu kita mendapatkan barang yang diinginkan, mengajarkan untuk disiplin, hingga mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan.

Meski begitu, menabung secara rutin nyatanya tidak semudah itu. Idealnya, saat menerima gaji bulanan, Anda harus langsung menyisihkan sekian persen gaji untuk ditabung, bukannya menunggu ada sisa gaji untuk ditabung. Namun, tidak sedikit orang yang hingga saat ini merasa kesulitan menabung walau sudah memiliki penghasilan tetap sekali pun. Mereka seolah kehilangan motivasi untuk rajin menabung.
Apakah Anda termasuk salah satu di antaranya? Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk menabung. Dengan menerapkan beberapa tips menabung berikut ini, Anda bisa memotivasi diri agar lebih rajin menabung.

Baca Juga: Tips Berinvestasi Yang Harus Diketahui

 

Mulai Gunakan Software Finansial

Software finansial membantu Anda mencatat pemasukan dan pengeluaran

Salah satu cara agar bisa menabung adalah dengan mengatur keuangan Anda. Artinya, Anda harus mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Dengan begini, Anda bisa mengetahui sumber pemasukan dan ke mana saja uang tersebut dibelanjakan. Apabila ternyata ada pos pengeluaran yang terlalu besar, Anda pun dapat menekannya.
Nah, untuk melakukan hal tersebut, Anda tak perlu membawa buku catatan dan pensil ke mana-mana. Sekarang sudah ada cukup banyak software pengatur keuangan yang bisa Anda download di smartphone. Jadi, Anda bisa langsung mencatat pemasukan dan pengeluaran uang pada software tersebut. Berikut rekomendasi beberapa software pengatur keuangan yang bagus untuk di-download.
• Dompet Sehat
Software pengatur keuangan satu ini merupakan buatan anak negeri, yakni dikembangkan oleh perusahaan startup asal Yogyakarta, PT Indiva Finansia Teknologi. Melalui Dompet Sehat, Anda tak hanya dapat menyusun budget dan mencatat pemasukan serta pengeluaran, tetapi juga menyambungkan aplikasi dengan rekening bank tempat Anda menyimpan uang. Dengan begini, setiap transaksi yang terjadi pada rekening akan langsung tercatat secara otomatis pada aplikasi sehingga Anda tak perlu melakukan pencatatan secara manual.
• Wally
Sama seperti kebanyakan aplikasi pengatur keuangan pada umumnya, Wally juga memungkinkan Anda untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran keuangan. Namun, tak hanya itu, Wally juga memiliki fitur untuk menetapkan target keuangan. Misalnya, Anda ingin membeli smartphone baru seharga Rp3.000.000. Nah, Anda bisa memasukkan target menabung sebesar Rp3.000.000 dan Wally akan membantu Anda men-track progress-nya. Asyiknya lagi, ada pula fitur scan struk belanja sehingga Anda tak perlu menyimpan banyak struk pengeluaran untuk mengetahui setiap pengeluaran.
D-Financial
Agak berbeda dari dua aplikasi sebelumnya, Danamon Financial (D-Financial) ditujukan bagi para pemilik UKM untuk membantu mengembangkan bisnis mereka. Melalui aplikasi ini, pelaku UKM dapat mengatur keuangan bisnis mereka, mulai dari membuat laporan laba rugi dan laporan neraca hingga melakukan simulasi pinjaman. Bahkan ada pula fitur kalkulator pinjaman yang memungkinkan pengguna untuk menghitung simulasi jumlah pinjaman, cicilan bulanan, dan jangka waktu pinjaman.

 

Terapkan “Waiting Rule” agar Tidak Impulsif Belanja

Waiting rule membantu kamu mempertimbangkan sebelum membeli

Hampir semua orang pernah mengalami hal ini: kita tergiur membeli suatu barang berharga cukup mahal, misalnya jam tangan. Namun, begitu kita telah membeli jam tangan tersebut karena mengikuti keinginan impulsif, kita justru merasa menyesal. Bukannya menabung, Anda malah melakukan lebih banyak pengeluaran.
Nah, untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa menerapkan sistem “waiting rule” sebagai salah satu tips menabung. Caranya sangat mudah. Tuliskan daftar berisi hal-hal yang ingin Anda beli di atas kertas, baik itu sepatu, pakaian, aksesoris mobil, dan sebagainya. Lalu, diamkan kertas tersebut dan biarkan selama tiga puluh hari.
Selama tiga puluh hari ini, coba pikirkan kembali apakah Anda memang benar-benar menginginkan barang-barang tersebut. Setelah satu bulan berlalu, apabila keinginan tersebut masih ada, Anda bisa mempertimbangkan untuk membelinya.

Baca Juga: Selagi sehat, bahagiakan orang tua dengan 5 cara ini

 

Automatic Saving Plan dengan Bunga Tinggi

Automatic saving plan akan membantu Anda menabung secara rutin

Sebagai salah satu tips menabung, kuncinya adalah menyisihkan uang untuk ditabung, bukannya menunggu jika ada sisa uang untuk ditabung. Dengan begitu, setelah mendapat gaji bulanan, segera sisihkan sekian persen dan pindahkan yang tersebut ke rekening tabungan Anda.
Masalahnya, terkadang mungkin Anda lupa melakukannya dan akhirnya uang tersebut akan terpakai untuk membiayai keperluan lain. Alhasil, Anda pun tak punya uang untuk ditabung.
Oleh sebab itu, sebaiknya atur rekening Anda agar bisa melakukan automatic saving plan. Jadi, pada tanggal tertentu setiap bulannya, sebagian uang pada rekening utama Anda akan langsung terpotong secara otomatis dan berpindah ke rekening tabungan Anda. Dengan begini, Anda bisa rajin menabung tanpa harus melakukannya secara manual. Sebaiknya pilih pula program tabungan yang menyediakan bunga cukup tinggi agar Anda bisa sekaligus berinvestasi.

 

Sering Baca Blog Tentang Personal Finance

Pengalaman orang lain bisa menjadi guru yang berharga

Motivasi agar bisa rajin menabung juga bisa Anda dapatkan dari luar diri Anda. Salah satunya adalah dengan membaca blog tentang personal finance yang ditulis oleh orang lain. Bacalah sebanyak mungkin cerita tentang pengalaman orang lain dalam menabung dan mengatur keuangan mereka. Dengan begitu, Anda jadi tahu bahwa ada orang lain yang pernah mengalami hal sama dengan Anda dan kini mereka telah merasakan hasil yang manis dari usaha menabungnya.
Membaca blog juga akan membantu Anda mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin akan terjadi dalam proses menabung. Jadi, misalnya nanti Anda menghadapi tantangan yang sama dengan yang dihadapi oleh blogger tersebut, Anda tahu harus melakukan apa sehingga tidak panik.
Apabila Anda cukup percaya diri, Anda juga bisa memulai blog finansial Anda sendiri. Manfaatkan blog tersebut untuk berbagi tentang cara agar bisa menabung dan hal-hal lain yang masih berhubungan dengan keuangan. Seiring dengan jumlah pembaca dan followers blog yang meningkat, Anda akan semakin termotivasi untuk menabung lebih banyak lagi sehingga rasa bangga Anda meningkat ketika membagikan ceritanya di blog.

Baca Juga: Pasangan muda jangan ragu memulai cicilan rumah

 

Cerita ke Teman atau Keluarga agar Mereka Bisa Mengingatkan Anda

Menceritakan ke teman atau keluarga dapat menjadi motivasi

Rasa malu terkadang dapat menjadi motivator yang baik. Jika Anda termasuk orang yang setuju dengan pendapat tersebut, Anda dapat menerapkannya untuk memotivasi Anda agar bisa lebih rajin menabung. Caranya adalah dengan menceritakannya kepada orang lain. Jika Anda merasa kesulitan untuk menabung secara rutin, ceritakan masalah Anda kepada teman terdekat atau anggota keluarga yang Anda percayai. Lalu, minta mereka untuk menyemangati dan membantu memonitor progress Anda.
Apabila ternyata teman atau keluarga Anda juga sedang dalam proses menabung, Anda bisa membuat kesepakatan untuk mendukung dan mengingatkan satu sama lain. Sebagai alternatif tips menabung, Anda juga bisa “bersaing” dengan teman atau keluarga Anda untuk tersebut untuk melihat siapa yang bisa menabung lebih banyak selama periode tertentu. Hal seperti ini tentu dapat menjadi motivasi tersendiri dan memacu Anda untuk rajin menabung.

Tidak ada kata terlambat untuk menabung. Semakin cepat Anda melakukannya, maka semakin baik. Semoga beberapa tips menabung di atas dapat meningkatkan motivasi Anda untuk menabung secara rajin demi memenuhi target Anda. Selamat menabung!