Olahraga lari jika dilatih secara tepat dan teratur dapat membuahkan prestasi bahkan bisa mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Indonesia pun pernah mencatat prestasi di cabang olahraga lari melalui pelari handal sampai tingkat internasional. Nama mereka pun sudah dikenal dunia dan ikut mengharumkan Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya dikenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara. Siapa saja mereka? Ini dia!

Muhammad Sarengat

Pria ini menjadi atlet lari pertama yang meraih medali emas untuk Indonesia, tepatnya pada perhelatan Asian Games 1962. Atlet yang lahir tahun 1939 ini menjadi pelari tercepat di Asia Tenggara pada cabang olahraga lari 100 meter. Hebatnya lagi, belum ada atlet yang berhasil mengalahkannya hingga tahun 1987, atau gelar ini bertahan hingga 25 tahun.

Purnomo

Atlet inilah yang akhirnya berhasil menggantikan Muhammad Sarengat sebagai pelari tercepat se-Asia Tenggara. Purnomo lahir tahun 1962. Dialah satu-satunya pelari di Asia yang ikut serta dalam perhelatan Olimpiade tahun 1984. Bahkan di ajang tersebut, dia berhasil menjadi pelari cepat pertama di Asia, yang berhasil mencapai semi final pada cabang 60 m dan 200 m. Purnomo juga berhasil mencatat waktu lebih cepat daripada juara lari Olimpiade asal Moskow, Allan Wells.

Mardi Lestari

Pelari tercepat se-Asia Tenggara berikutnya adalah Mardi Lestari. Pria yang lahir tahun 1968 ini berhasil masuk semi final pada perhelatan Olimpiade di Seoul, tahun 1988. Dialah yang mengalahkan rekor pelari Purnomo. Mardi berhasil mencapai garis finish dalam waktu 10.02 detik. Sementara, untuk jarak 200 m rekor yang dicapai adalah 21.47 detik. Gelar pelari tercepat se-Asia Tenggara ini berhasil bertahan selama 20 tahun.

Suryo Agung Wibowo

Suryo Agung lahir di Surakarta pada tahun 1983. Di ajang SEA Games 2009, Suryo berhasil mengalahkan rekor Mardi Lestari, dan berhasil mencapai finish dalam waktu 10.17 detik. Juga, mengalahkan rekor sebelumya yang dipegang oleh Nakhon Ratchasima, yang mencapai waktu 10.25 detik. Suryo pun dikenal sebagai pelari tercepat se-Asia Tenggara pada saat itu. 

Dedeh Erawati

Perempuan yang lahir tahun 1979 ini memiliki kiprah di dunia lari yang sangat cemerlang. Dedeh adalah satu-satunya atlet lari Indonesia yang berhak mengikuti kejuaraan Atletik Grand Prix Asia, tahun 2006-2011. Hampir di semua seri, ia berhasil merebut medali.

Pada tahun 2005 Dedeh berhasil memecahkan rekor nasional pada nomor lari 100 m gawang putri. Ia kembali mencetak rekor nasional dengan mencapai garis finish di waktu 13.20 detik. Prestasi ini dicapai ketika mengikuti ajang ASEAN Games di Guangzhou, China pada tahun 2010.

Irene Joseph

Perempuan asal Ambon ini berhasil memecahkan rekor nasional pada lari jarak pendek dengan catatan waktu 12.04 detik. Irene juga berhasil mendapatkan medali perunggu di perhelatan SEA Games 2007 di Thailand, dengan menempuh waktu 11.77 detik.

Banyaknya atlet cabang olahraga lari asal Indonesia semakin membuktikan bahwa selain memiliki banyak manfaat juga bisa menjadi salah satu cara ikut mengharumkan nama Indonesia dimata dunia.

Ingin seperti mereka? Anda bisa memulainya dengan latihan secara rutin dan mengikuti beragam ajang lomba lari. Salah satunya seperti Danamon Run 2019 yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 10 November 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Terdapat empat kategori jarak lomba lari, yaitu 5K, 10K, 15K, dan 21K. Serta terbuka bagi pelari professional maupun pemula, Anda dapat mendaftar dengan kategori individu umum atau master untuk usia di atas 45 tahun. Uniknya, Anda bisa menentukan jarak finish saat sedang berlari!