9 September 2010  home site map karir kontak kami English
Tentang Kami Investor Relations Corporate Secretary Produk & Layanan Kebutuhan Anda Berita & Agenda Danamon Syariah Danamon Simpan Pinjam
  BERITA & AGENDA > BERITA DANAMON
Berita Danamon
Highlight & Promo
Pengumuman

 •  Cabang
 •  ATM
 •  Danamon Access Center
 •  Sentra Kartu Danamon
 •  Privilege Centers
 •  Cabang Syariah
 •  Trade Finance
 •  Danamon Simpan Pinjam
 

Saatnya Indonesia Memilih
Peraih Danamon Award 2010

***
Panel Juri tetapkan 10 Finalis;
Periode Voting Dibuka dari 8 September – 21 Oktober 2010

Jakarta, 8 September 2010.

Panitia Pelaksana Danamon Award 2010 hari ini mengumumkan 10 finalis Danamon Award 2010, yang diantaranya berasal dari Sumatera Barat, Jawa, Bali, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara. Lingkup kegiatan yang dilakukan pun sangat beragam, diantaranya dalam hal lingkungan hidup, hak azasi manusia dan kesehatan. Para finalis ini terpilih setelah melalui proses seleksi, penjurian dan verifikasi selama bulan Agustus dan awal September, yang melibatkan lebih dari 200 kandidat dari seluruh Indonesia.

Mulai hari ini hingga 21 Oktober 2010 mendatang, Danamon Award mengundang masyarakat luas untuk mengenal para finalis lebih jauh dan selanjutnya memberi dukungan suara melalui voting online dan sms untuk memilih tiga peraih Danamon Award 2010 terfavorit. “Segenap masyarakat Indonesia bebas memilih finalis favoritnya sampai dengan tanggal 21 Oktober 2010 melalui situs www.danamonaward.org ataupun pesan singkat (SMS) ke nomor 9123 dengan format “DA [nomor kode finalis]”, jelas Zsa Zsa Yusharyahnya, Organizing Committee Head Danamon Award. Contoh: ketik “DA 1” untuk memilih finalis nomor satu.

Panel juri telah menetapkan sepuluh finalis berdasarkan lima kriteria, yaitu: Semangat Bisa dan keberhasilan dalam mengatasi tantangan; hasil (output) dari kegiatan yang dilaksanakannya; kemajuan yang dihasilkan bagi lingkungan sekitar (outcome); dampak meningkatnya pengetahuan dan kemampuan komunitas serta orang-orang yang terlibat, termasuk tingkat ketertarikan para pihak ketiga untuk mendukung dan membantu pengembangannya kedepan (impact); dan keberlanjutan kegiatan (sustainability).

Panel Juri Danamon Award 2010 terdiri dari Mira Lesmana (Produser film), Prof. Yohanes Surya, Ph.D (Guru besar fisika, Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Firmanzah, Ph.D (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), Shinta Dhanuwardoyo (Pengusaha, IT Icon Indonesia) dan Desi Anwar (Wartawan, penulis, presenter, dan produser senior). Disamping para juri, Danamon Award 2010 menghadirkan Panel Penasehat yang mendukung Panel Juri dalam mengevaluasi para kandidat. Panel Penasehat ini terdiri dari jurnalis dan aktivis lingkungan Gouri Mirpuri, praktisi pemberdayaan Ade Suwargo Mulyo, dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan.

“Profil dari para finalis sangat menarik dan beragam. Masing-masing menunjukkan semangat mewujudkan yang terbaik bagi orang banyak, dan keberhasilan dalam mengatasi rintangan yang berat,” kata Mira Lesmana, salah satu juri Danamon Award 2010.

Adapun profil singkat dari kesepuluh finalis Danamon Award 2010 adalah sebagai berikut:

Pahlawan Pustaka, DA 1
Dengan sepeda onthel-nya, Kiswanti (43 tahun) rutin berkeliling meminjamkan buku koleksinya secara gratis. Dia bahkan lebih rela dibayar buku dari pada uang. Semangat ingin maju dan memajukan orang lain membuat isteri buruh bangunan ini bisa berbagi ilmu melalui buku, melalui sebuah taman bacaan di Parung, Bogor, yang ia dirikan tahun 2003.

Pemusik Pencipta, DA 2
Eky Talaut (65 tahun) asal Desa Taar, Kei, Maluku Utara, ini menciptakan seratus lagu berbahasa daerah dan tiga alat musik berbahan baku bambu. Dengan lagu dan alat musik, ia mengenalkan daerahnya kepada Indonesia dan dunia. Melalui karyanya, kawasan Pulau Kei pun semakin dikenal masyarakat luas.

Komunikator Nasionalis, DA 3
Erwan Asbun (43 tahun), menjawab sepinya kehidupan di desa terpencil, Baun Bango, Katingan, Kalimantan Tengah yang sebelumnya tanpa sarana komunikasi. Ia mengudarakan Radio Asbun sejak tahun 2005 sebagai sarana informasi dan hiburan. Radio ini bahkan mampu menghilangkan kebiasaan berkelahi massal yang sering terjadi disana.

Pembela Petani, DA 4
Bersama teman petaninya, Masril Koto (36 tahun) warga Agam, Sumatera Barat ini berupaya mengatasi kesulitan modal para petani dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani. Dari modal Rp500 ribu, LKMA yang diresmikan tahun 2007 tersebut saat ini menjadi model pendanaan bagi para petani di Sumatera Barat.

Jampang Penghijau, DA 5
H. Chaeruddin / Bang Idin (54 tahun), warga Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini prihatin melihat Kali Pesanggrahan yang jadi tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga. Dia menyusuri hulu kali ini sejauh 136 km untuk membersihkan dan membangun kesadaran warga agar menjaga kebersihan kali. Bersama temannya sesama petani, Bang Idin telah menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali.

Lupus Champion, DA 6
Walau kondisi kesehatan menurun akibat Lupus yang diderita sejak 1999, Dian Syarief (45 tahun) mampu mengomandani relawan dalam program Care for Lupus dan Care for Low Vision sejak 2003. Ketua Syamsi Dhuha Foundation Bandung ini bersama relawan melakukan berbagai aktivitas dan menerbitkan buku untuk membantu meringankan penderitaan para pengidap Lupus.

Pembuat Mainan, DA 7
Dengan kondisi kehilangan kaki dan saraf tangan mati, Tarjono Slamet (38 tahun) membangun usaha Mandiri Craft di Bantul, Yogyakarta yang membuat aneka mainan kreatif. Untuk menjalankan usaha, si Pembuat Mainan merekrut 25 karyawan para penyandang polio di Solo, Semarang, Banyuwangi, Magetan dan Gunung Kidul.

Seniman Pemersatu, DA 8
Melalui pembauran budaya, Soeria Disastra (65 tahun) warga Bandung ini berusaha menjalin ikatan kekeluargaan yang lebih erat antara etnis Tionghoa dan masyarakat sekitar. Ia menjadi penyebar virus kebudayaan Sunda di Kalangan Etnis Tionghoa melalui Paduan Suara Kota Kembang, Lembaga Kebudayaan Mekar Parahyangan dan Komunitas Sastra Tionghoa Indonesia.

Pendekar Anak Terlantar, DA 9
Wayan Nika Msi (60 tahun), guru berstatus pegawai negeri sipil ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap anak terlantar, baik yatim piatu maupun anak tidak mampu. Melalui Panti Asuhan Hindu Dharma Jati I di Klungkung dan Panti Asuhan Hindu Dharma Jati II di Denpasar, Pendekar Anak Jalanan ini berhasil mendidik 1.400 anak yang kini sukses bekerja di berbagai hotel di Bali dan profesi lainnya.

Pejuang Martabat, DA 10
Lilik Sulisyowati (51 tahun), aktivis Yayasan Abdi Asih Surabaya, Jawa Timur ini memberi pendampingan dan penyadaran untuk pekerja seks komersial (PSK) di kawasan lokalisasi Dolly Surabaya. Ia membekali mereka keterampilan menjahit, memasak dan kecantikan. Ia juga mencegah pelacuran anak bawah umur dan menyadarkan anak usia SMP pelanggan PSK. Yayasan tersebut digerakan dengan modal awal menjual rumah sendiri.

“Kini saatnya masyarakat Indonesia memberikan dukungannya untuk finalis Danamon Award 2010 terbaik menurut mereka,” kata Zsa Zsa Yusharyahya, Ketua Organizing Committee Danamon Award 2010. ”Siapapun yang akan dipilih publik, mereka adalah orang yang sangat bersemangat dan telah membuktikan mampu memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak walaupun harus menghadapi berbagai tantangan,” jelas Zsa Zsa.

Profil lengkap 10 finalis Danamon Award 2010 dan voting untuk mereka tersedia di www.danamonaward.org. Ikuti juga diskusi tentang Semangat Bisa dan profil para finalis tersebut di Twitter (@DanamonAward) serta Facebook www.facebook.com/DanamonAward.

Tentang Danamon:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 30 Juni 2010 memiliki lebih dari 2.500 kantor cabang dan point of sales, termasuk unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang Adira Finance. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke lebih dari 14.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia dan didukung oleh sekitar 47.000 karyawan (termasuk karyawan anak perusahaan).

Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Express® di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Express ® pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Expressâ dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.

Pada tanggal 30 Juni 2010, 67,43% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan sebesar 32,57% oleh publik (dengan besar kepemilikan saham dibawah 5%).


Download Siaran Pers


Kembali Ke Atas

BERITA LAINNYA
Danamon Catat Laba Bersih Setelah Pajak Rp1,43 Triliun untuk Semester Pertama 2010, Naik 65% Dari Tahun Sebelumnya
Danamon Award 2010 Masuki Masa Penjurian
HATI-HATI terhadap situs palsu yang mengatasnamakan PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.
Danamon Rayakan Ulang Tahun ke-54
Danamon Luncurkan Program “Win Your Triple Glory “ di Pacific Place
Yayasan Danamon Peduli Dan Pemerintah Kota Pekalongan Resmikan Unit Kompos Ke- 27
Rapat Umum Pemegang Saham Danamon Setujui Henry Ho Sebagai Direktur Utama
New CEO Greetings
Danamon Capai Kinerja Terbaiknya di Kuartal Pertama 2010
Danamon Perkenalkan American Express® Gold Corporate Card
Danamon Paparkan Kinerja Keuangan 2009 Yang Telah Diaudit
Danamon Pasarkan TabunganKu
Keterangan Pers Manajer Danamon Terkait ATM
Direktur Utama Danamon Sebastian Paredes Undurkan Diri
Danamon Syariah & Indosat Jalin Kerjasama: Indosat Dealer Cash Collection
Arsip Berita 2009
Arsip Berita 2008
Arsip Berita 2007
Arsip Berita 2006
Arsip Berita 2005
Arsip Berita 2004
Arsip Berita 2003
Arsip Berita 2002