Danamon Paparkan Kinerja Keuangan 2009 Yang Telah Diaudit
***
Pendapatan Operasional Bersih Naik 19%;
Laba Bersih Setelah Pajak Rp 1,5 Triliun
Jakarta, 23 Februari 2010
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) hari ini mengumumkan perolehan Laba Bersih Setelah Pajak (NPAT) konsolidasi sebesar Rp 1,53 triliun untuk tahun 2009. Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat sebesar 20,7%, jauh diatas persyaratan minimum 8% dan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Sampai dengan 31 Desember 2009, total kredit Danamon mencapai Rp 63,28 triliun, didukung oleh segmen mass market yang tumbuh menjadi Rp 34,08 triliun atau 54% dari total kredit Danamon. Kredit mass market yang mencakup kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira, masing-masing tumbuh 12% dan 13% secara setahunan.
“Kami melihat perkembangan positif di seluruh segmen usaha kami disepanjang tahun 2009, yang terlihat dari perolehan Laba Bersih Setelah Pajak diatas Rp 1,5 triliun,” kata Sebastian Paredes, Direktur Utama Danamon. “Setelah melewati kondisi ekonomi domestik dan global yang menantang di dua tahun terakhir, kami telah kembali mendapatkan momentum positif pada bisnis kami dan berada pada posisi yang baik untuk 2010,” lanjutnya.
“Kami melihat perekonomian Indonesia kedepan akan membaik; karenanya kami targetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% di semua lini usaha kami. Danamon juga akan lebih intensif dalam pelaksanaan penjualan silang (cross sell) untuk menciptakan sinergi diantara semua lini usaha kami,” tambah Sebastian.
Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial Officer mengatakan, “Ekuitas bank naik 49% di tahun 2009, sehingga CAR Danamon mendekati 21% dan membuat kami menjadi salah satu bank dengan permodalan terbaik di Indonesia.”
“Untuk tahun 2009, Laba Operasional Bersih atau Net Operating Income Danamon tumbuh 19% menjadi Rp 5,65 triliun, sementara Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 12%,” jelas Vera.
Danamon Simpan Pinjam (DSP), yang melayani segmen mikro dan kecil melalui lebih dari 1.200 unit dan mobile unit di seluruh Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit yang pesat sebesar Rp 1,32 triliun di tahun 2009. Total kredit DSP mencapai Rp 12,3 triliun dan membentuk 19% dari total kredit Danamon.
Di akhir 2009, pembiayaan Adira Finance mencapai Rp 19,13 triliun atau tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kredit UKM & Komersial tercatat sebesar Rp 16,5 triliun, mewakili 26% dari total kredit. Kredit ritel, yang membentuk 8% dari total kredit Bank mencapai Rp 4,9 triliun, terutama didukung oleh bisnis kartu kredit dan kredit kepemilikan rumah. Sementara sisanya meliputi kredit korporasi.
“Kualitas pendanaan kami meningkat secara substansial dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rasio Giro dan Tabungan (CASA) terhadap Dana Pihak Ketiga dari 26% di tahun 2008 menjadi 33% di tahun 2009. Tabungan nasabah tumbuh dalam 12 bulan berturut-turut dari Rp 12,85 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 15,0 triliun di tahun 2009,” lanjut Vera.
Tentang Danamon:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 31 Desember 2009 memiliki lebih dari 1.900 kantor cabang dan point of sales, termasuk unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang Adira Finance. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke lebih dari 14.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia dan didukung oleh sekitar 40.000 karyawan (termasuk karyawan anak perusahaan).
Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Expressâ di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Expressâ pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Expressâ dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2009, 67,63% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan sebesar 32, 37% oleh publik (dengan besar kepemilikan saham dibawah 5%).
Danamon belum lama ini menerima penghargaan sebagai Perusahaan Terbaik di Indonesia untuk Tata Kelola Perusahaan dalam Corporate Governance Poll 2009 oleh Asiamoney, serta dianugerahi Best Local Cash Management di Indonesia untuk 3 kategori berdasarkan skala perusahaan responden – usaha kecil, usaha menengah dan usaha besar - dari institusi yang sama.
Danamon menerima penghargaan Best Phone Banking Machine, Best Mobile Banking dan The Most Consistent Bank in Service Excellence 2009 untuk konsistensi bank dalam kualitas layanan secara keseluruhan dalam ajang Banking Service Excellence Awards 2009 yang diselenggarakan InfoBank dan Marketing Research Indonesia. Danamon juga terpilih sebagai Best Performance Banking 2009 dalam ABFI Banking Award untuk kategori bank umum swasta besar dari ABFI Institute dan PERBANAS.
Danamon terpilih sebagai Bank Terbaik di Indonesia Tahun 2008 oleh Global Finance dan memperoleh penghargaan Bank Domestik Terbaik di Indonesia Tahun 2008 oleh majalah The Asset. Majalah tersebut juga menobatkan Danamon sebagai Perusahaan Terbaik di Indonesia Tahun 2008 untuk Tata Kelola Perusahaan oleh majalah yang sama yang didasarkan pada standar tata kelola perusahaan internasional, termasuk White Paper on Corporate Governance in Asia yang dibuat oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD)
Melalui Yayasan Danamon Peduli, Danamon telah memenangkan Millenium Development Goals (MDGs) Award 2008 dalam kategori Pengentasan Kemiskinan dan Kelaparan. Penghargaan ini diberikan oleh United Nations Development Program (UNDP) dan Metro TV yang diberikan pada penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) terbaik dalam pengentasan kemiskinan dan kelaparan dalam satu tahun terakhir. Sementara program Danamon Go-Green yang dilakukan Yayasan Danamon Peduli baru-baru ini juga telah diumumkan sebagai runner-up pertama (juara 2) pada BBC World Challenge 2009.
Download Siaran Pers
|