1. Mulailah menghitung besar dana yang diperlukan untuk memiliki rumah yang
baik dan sehat. Untuk tahap awal, tak perlu rumah yang terlalu besar, tapi
cukup nyaman untuk ditempati, dan bisa dikembangkan.
2. Mulailah menghitung tabungan dan aset yang dimiliki.
Lakukan berdasarkan penerimaan real saat ini.
3. Cari kemungkinan mendapatkan kredit pemilikan rumah
(KPR) dari bank. Berapa kira-kira yang bisa diperoleh?
4. Dengan pemasukan seperti saat ini, targetkan berapa
lama impian memiliki rumah harus terwujud. Setahun, dua tahun, lima tahun
atau sepuluh tahun?
5. Mulailah menyisihkan dana sesuai perhitungan No.2
dan No.3. Anda bisa memulainya sedikit demi sedikit dari sekarang.
6. Bila memutuskan menerima KPR, pikirkan matang-matang,
siapa yang akan melanjutkan pembayaran dan menangani aset yang dimiliki,
bila terjadi sesuatu di kemudian hari.
7. Lakukan joint venture dengan orang yang sangat
dipercaya (istri atau orangtua, misalnya). Dengan begitu, ada pihak yang
akan melanjutkan pembayaran dan pengelolaan aset.
8. Jangan terjebak oleh tipu muslihat. Pilih notaris
dengan reputasi baik untuk mengurus transaksi jual beli. Setiap dokumen
hanya bisa ditandatangani satu kali. Yakinkan menyimpan foto kopi setiap
dokumen.
9. Kaji ulang rencana pemilikan rumah setiap
tahun, walau kondisi keuangan dan semuanya relatif tak berubah. (*)