Tabungan dan DepositoPinjamanTransaksi PembayaranKartu KreditInvestasiAsuransiSyariahDanamon PrivilegeLayanan LainSyarat Ketentuan Umum Rekening dan LayananPengkinian DataPromoD-PointPanduan Penanganan Keluhan Nasabah

Zakat Lebih Mudah via Danamon Online Banking

Selain menjalankan fungsi sebagai Lembaga intermediasi keuangan dan agen investasi, sesuai amanah Undang-undang RI No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Bab II tentang Azas, Tujuan dan Fungsi, Bank juga menjalankan fungsi sosial sebagaimana tercantum pada pasal 4 ayat 2 yang berbunyi : “ Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) dapat menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga Baitul Maal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat”.


Danamon Syariah Berbagi merupakan platform untuk Danamon Syariah dan Anda untuk aktifitas sosial. Kegiatan ini dimulai dari pengumpulan zakat , infaq, dan shadaqah yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga resmi yang terpercaya. Lembaga-lembaga pengumpul dan penyalur yang sudah bekerjasama dengan Danamon Syariah adalah Dompet Dhuafa, BAZNAS, PKPU dan Al Azhar, salah satu medianya adalah ATM Bank Danamon yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah 1351 ATM Danamon dan melalui 43.000 ATM Bersama.


Kegiatan lainnya adalah penyaluran dana sosial yang berasal dari semua denda-denda baik produk funding maupun financing maupun dari pendapatan non halal (jika ada). Adapun beberapa kegiatan Danamon Syariah selama Ramadhan adalah pembagian ta’jil, buka bersama, pengajian dan kegiatan lainnya.

Zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti ‘suci’,’baik’, ‘berkah’,’tumbuh’, dan ‘ berkembang’. Menurut terminologi syariah atau istilah zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta yang telah mencapai syarat tertentu (Nishab) dan diwajibkan Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerima dengan persyaratan tertentu pula (QS 9:103 dan QS 30:39)

Zakat diwajibkan kepada setiap muslim, merdeka, serta memiliki harta yang telah mencapai nishab dan haul, dari jenis-jenis harta yang terkena kewajiban zakat. Syarat nishab adalah harta yang dimiliki telah melebihi kebutuhan pokok, yaitu kebutuhan tidak terlepas darinya, seperti makanan, pakaian, rumah, kendaraan, dan peralatan kerja. Syarat haul adalah harta tersebut telah genap berusia satu tahun hijriyyah (haul), dihitung sejak harta itu mencapai nishab.
Menurut kitab al-Majmuu karya An Nawawi, Al-Abdari berkata, “ Harta-harta zakat itu terbagi menjadi dua bagian yaitu :

  1. Harta yang berkembang dengan sendirinya, seperti biji-bijian dan buah-buahan. Harta seperti ini wajib dizakati ketika materinya ada (panen),
  2. Harta yang siap untuk dikembangkan, seperti mata uang dirham, dinar, barang-barang perniagaan dan binatang ternak. Harta semacam ini disyaratkan mencapai haul. Tidak ada kewajiban zakat hanya karena telah mencapai nishab, sehingga ia melewati haulnya (dimiliki selama setahun penuh)

Terdapat dua pendapat tentang nishab zakat :

  1. Menurut An Nawawi (dan madzab Malik, Ahmad, dan mayoritas ulama) yang menjadi patokan nishab ; “ Dalam materi harta yang terkena kewajiban zakat, khususnya yang disyaratkan haul, maka disyaratkan nishab dalam setahun penuh. Sekiranya harta itu kurang dari nishab sesaat saja, maka terputuslah haul. Jika harta itu sudah mencapai nishab, maka perhitungan haul dimulai dari awal lagi.
  2. Menurut Imam Abu Hanifah, yang menjadi patokan adalah tercapainya nishab di awal dan di akhir tahun. Artinya berkurangnya harta nishab diantara kedua waktu tersebut tidak berpengaruh. Misalnya jika seseorang memiliki harta 200 dirham, lalu semua habis di pertengahan tahun lalu kecuali tinggal satu dirham saja, kemudian di akhir tahun kembali memiliki harta dengan jumlah 200 dirham, maka pada saat itu ia wajib mengeluarkan seluruh zakatnya.
     

Syarat-syarat Harta yang wajib di keluarkan zakat :

  • Harta tersebut merupakan hak milik sempurna bagi muzaki (orang yang menunaikan zakat)
  • Harta tersebut berkembang atau berpotensi untuk berkembang
  • Harta tersebut mencapai nishab yang telah ditentukan
  • Harta tersebut adalah kelebihan dari kebutuhan-kebutuhan pokok bagi muzaki dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, tanpa berlebihan atau bermewah-mewahan
  • Harta tersebut bebas dari hutang, artinya harta tersebut sudah dikurangi dengan hutang jatuh tempo
  • Harta tersebut telah dimiliki selama satu haul (satu tahun), terhitung sejak mencapai nishab, kecuali zakat pertanian, buah-buahan dan harta karun
  • Harta tersebut halal dan baik, karena Allah tidak menerima kecuali yang baik. Juga harta yang haram tidak memenuhi persyaratan kepemilikan

Jenis - Jenis Zakat Maal

  1. Harta moneter: Harta-harta moneter wajib dizakati dan dinamakan dengan zakat naqdain( emas dan perak dan yang disetarakan dengannya).Contoh harta moneter yang wajib dizakati adalah emas, perak batangan, uang kertas, uang emas dan perak, saham dan sejenisnya, piutang yang diharapkan akan dibayar, rekening bank (tabungan , deposito, giro
  2. Harta Investasi adalah investasi dalam bentuk saham, surat obligasi, cek, sertifikat investasi, deposito, tabungan dan sejenisnya
  3. Perhiasan: Perhiasan adalah apa-apa yang digunakan untuk mempercantik diri oleh wanita, baik terbuat dari emas, perak permata, maupun batu-batu mulia lainnya Fuqaha berbeda pendapat tentang zakat perhiasan wanita. Mazhab Hanafi berpendapat perhiasan wanita wajib dizakati, sedangkan mazhab Maliki, Hanbali, dan Syafii tidak mewajibkan zakat sejauh tidak melebihi batas kewajaran
  4. Harta perdagangan , Aktivitas perdagangan yang wajib dizakati karena dia termasuk sumber penghasilan yang baik-baik (QS Al-Baqarah : 267) .
  5. Properti, memiliki properti dengan tujuan untuk investasi dan pertumbuhan
  6. Barang-barang yang dieksploitasi, adalah pokok-pokok (barang modal) yang tetap yang dimiliki untuk diambil hasilnya , misalnya mobil, kapal laut, dan lainnya yang dimiliki untuk disewakan, bukan untuk dipakai sendiri
  7. Hasil pertanian dan buah-buahan: Hasil pertanian, buah-buahan dan semua yang tumbuh dari bumi wajib dizakati (QS. Al An’am ; 141) Nilai harta objek zakat dihitung dengan cara ditimbang dan dihitung harganya dalam nilai uang
  8. Usaha klinik kesehatan, maksudnya adalah penghasilan bersih dari klinik kesehatan dan sejenisnya yang dihitung setiap tahun dari pemasukan bersih setelah dikurangi biaya aktivitas, biaya kehidupan dan hutang yang harus dibayar
  9. Upah dan Gaji, nilai harta kena zakatnya adalah jumlah penghasilan bersih pada akhir haul dikurangi dengan biaya kebutuhan pokok, cicilan dan hutang, pembelian barang-barang yang dibutuhkan dalam kehidupan. Harta yang dihitung adalah saldo pada akhir tahun tanpa melihat perubahannya sepanjang tahun
     

Donasi Zakat

Dalam penyaluran dana zakat, Danamon Syariah memilih empat lembaga resmi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, yaitu LAZ Al Azhar (www.alazharpeduli.com) , Dompet Dhuafa (www.dompetdhuafa.org) , LAZ PKPU (www.pkpu.or.id) , dan BAZNAS (www.baznas.or.id)
 

8 Asnaf Zakat

Asnaf adalah orang-orang yang berhak menerima zakat yaitu :

  1. Orang-orang fakir, yaitu mereka yang tidak memiliki bahan makanan untuk mereka makan hari ini
  2. Orang-orang miskin, yaitu mereka yang hanya memiliki sesuatu yang mencukupi kebutuhan pokok mereka
  3. Para Amil Zakat, yaitu mereka yang ikut serta dalam mengumpulkan, menyimpan, menjaga, dan membagikan harta zakat kepada pihak-pihak yang berhak secara syar’I
  4. Mualaf, mereka bukanlah orang fakir, akan tetapi mereka diberi zakat untuk melembutkan hati mereka karena masuk Islam, atau untuk mencegah kejahatan orang non muslim terhadap kaum Muslimin
  5. Memerdekakan budak, yaitu memerdekakan hamba sahaya diantara kaum Muslimin. Demikian juga untuk membebaskan tawanan kaum Muslimin dan orang-orang yang ditangkap dijalan Allah, serta untuk membiayai keluarga mereka
  6. Orang-orang yang berutang, yaitu mereka yang memiliki utang dan tidak mampu membayarnya, atau mereka yang tertimpa bencana yang membinasakan harta benda mereka
  7. Untuk jalan Allah, yaitu untuk meninggikan kalimat Allah,, dan merendahkan kalimat orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang ateis
  8. Ibnu Sabil, yaitu musafir yang kehilangan hartanya atau kehabisan bekalnya selama dalam perjalanan. Termasuk dalam kelompok ini adalah pengungsi dan orang-orang yang berhijrah karena peperangan atau menuntut ilmu, yang berada dinegeri orang dan kehilangan jalan

Ilustrasi Hitung Zakat Maal Atas Gaji
 

Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam.


Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab. Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia disaat lapang maupun sempit (QS. 3:134). Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 Asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim, dan sebagainya (QS. 2:215)
 

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya . Menurut terminologi syariat, pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga hal yang non materiil. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah SAW menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, takbir dan tahmid, berhubungan suami istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adakah sedekah.


QS Al Baqarah; 261 “ Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui.
 

Infak & Shadaqah

Bank Syariah merupakan bank yang memiliki produk beragam dan bisa dikatakan bank yang lebih dari sekedar bank atau dalam istilah populernya beyond banking. Biasanya setiap bank syariah memiliki Dana Sosial walaupun secara persentase masih banyak yang belum memaksimalkan dana ini.


Selain menjalankan fungsi sebagai Lembaga intermediasi keuangan dan agen investasi, sesuai amanah Undang-undang RI No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Bab II tentang Azas, Tujuan dan Fungsi, Bank juga menjalankan fungsi sosial sebagaimana tercantum pada pasal 4 ayat 2 yang berbunyi :

“ Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) dapat menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga Baitul Maal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat”.

Kegiatan Dana Sosial:

Sunatan Massal di Danamon Syariah Ciracas

Penyerahan santunan untuk yayasan Al Barokah Bekasi oleh Direktur Danamon Syariah Bp. Herry Hykmanto

Merupakan suatu anugerah nikmat yang luar biasa, apabila masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk hidup, beraktivitas, dan beribadah dibulan suci Ramadhan yang penuh dengan keagungan, kemuliaan dan keberkahan.


Betapa tidak, suasana Ramadhan adalah suasana kebatinan, suasana spiritual, suasana rohani dan suasana samawi. Ramadhan merup[akan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah sekaligus menumpahkan kerinduan akan kedatangan Ramadhan. Kedatangannya senantiasa memberikan rasa damai, indah dan kebahagiaan. Serta Ramadhan bulan pendidikan dan training untuk menjadikan kita semua orang-orang yang semakin meningkat ketakwaannya.


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kami agar kamu bertakwa (QS, Al Baqarah; 183).
 

Q : Apakah saya berkewajiban membayar zakat kepemilikan rumah dan mobil?

A : Selama rumah untuk tujuan ditempati tidak berhak untuk membayar zakat. Properti yang dibeli untuk diperdagangkan jelas harus dikeluarkan zakatnya. Ini tidak termasuk jumlah yang dihabiskan untuk pemeliharaan, pajak properti dan asuransi. Hal yang sama berlaku dalam kasus mobil, ketika menyewa mobil kepada seseorang maka dianggap sebagai tujuan bisnis, maka harus dikeluarkan zakatnya
 

Q : Zakat harus dibayarkan hanya sekali setahun atau setiap saat?

A : Yang terbaik adalah untuk membayar dimuka zakat atas dasar akrual jika jumlahnya diprediksi secara estimasi atau membayar setahun sekali. Praktek membayar Zakat di muka dianjurkan karena ketidakpastian keberadaan
 

Q : Zakat harus dibayarkan hanya di bulan Ramadhan?

A : Tidak, zakat dapat dibayarkan kapan saja asalkan sudah sampai nishab atau haulnya, tapi kebanyakan umat Islam lebih memilih untuk memberikan zakat mereka di bulan Ramadan karena keyakinan adalah ada imbalan lebih untuk melakukannya.

Q : Apakah bisa menitipkan zakat ke seseorang/saudara, untuk disampaikan ke fakir miskin?

A : Bisa, asalkan orang yang dititipi tersebut amanah, tidak mengambil sedikit pun dari zakat yang hendak disalurkan tersebut
 

Q : Apakah ada akadnya ketika memberikan zakat kepada fakir miskin?

A : Tidak ada akad khusus. Anda boleh memberikan zakat dengan mengatakan pada mereka, ini adalah zakat harta saya. Boleh juga Anda tidak mengatakan apa-apa ketika memberikannya, yang penting Anda berniat harta tersebut adalah ditujukan untuk zakat wajib, bukan sedekah sunah biasa.

Q : Haruskah saya membayar zakat jika saya berutang pada seseorang?

A : Jika Anda berutang pada seseorang yang jumlahnya dikurangi dari kekayaan Zakat moneter Anda. Namun, jika Anda memiliki aset pribadi Anda bisa menjual untuk membayar semua atau sebagian dari utang-utang maka nilai dari aset tersebut pertama-tama dipotong dari utang itu sendiri, atau membatalkan keluar sepenuhnya. Jika seseorang berutang uang, maka Zakat dibayarkan pada utang itu sebagai dan ketika itu dikembalikan. Jadi dalam hal ini zakat harus disisihkan dari setiap pembayaran diterima.