Savings and DepositsLoansPaymentsCredit CardsInvestmentInsuranceSyariah BankingDanamon PrivilegeOther ServicesGeneral Terms & Conditions for Accounts and ServicData Update FormPromoGuidance for Customer Complaint Handling

ORI

  

Pengertian

Obligasi Negara Ritel adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara  Indonesia melalui Agen Penjual di Pasar Perdana. Bank Danamon sebagai salah satu Agen Penjual, ikut serta dalam penawaran ORI seri 012 pada bulan September 2015 yang hasil penjualannya ini akan disisihkan untuk pelestarian lingkungan.

 

Dasar Hukum

1.     Undang-Undang nomor 24 tahun 2002 tentang  Surat Utang Negara.

2.     Peraturan Menteri Keuangan nomor 42/PMK.08/2014 tentang Penjualan Obligasi Negara kepada Investor Ritel di Pasar Perdana Domestik.

 

Tujuan Penerbitan ORI

Tujuan penerbitan ORI adalah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis Investor.

 

Manfaat atau Keuntungan Investasi pada ORI

1.     Aman dan terjamin karena pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh Undang-undang.

2.     Memberikan keuntungan yang menarik karena kupon yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN (di Pasar Perdana) dan adanya potensi capital gain di pasar sekunder.

3.     Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan. Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder sesuai dengan harga pasar.

4.     Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam Pembangunan Nasional.

5.     Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan secara online ke dalam rekening tabungan Investor.

 

Risiko Investasi pada ORI

Pada prinsipnya investasi pada ORI adalah investasi yang bebas terhadap risiko gagal bayar yaitu kegagalan Pemerintah untuk membayar kupon dan pokok kepada Investor.

 

Namun pada transaksi di Pasar Sekunder dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual yang lebih rendah dibandingkan harga beli, dimana risiko tersebut dapat dihindari dengan tidak menjual obligasi negara yang dimiliki sampai dengan jatuh tempo.

 

Persyaratan Investasi pada ORI

1.     Individu atau orang perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

2.     Minimum pemesanan Rp5.000.000,00  (lima juta rupiah) dan kelipatan Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

3.     Maksimum pemesanan: Rp3.000.000.000,00 (tiga milyar rupiah).

4.     Mempunyai rekening tabungan di salah satu bank umum dan rekening surat berharga di salah satu sub-registry.

 

 

Prosedur Investasi pada ORI:

Investasi di Pasar Perdana

1.     Membuka rekening tabungan atau giro di salah satu bank umum dan rekening surat berharga di salah satu sub-registry.

2.     Mengisi formulir pemesanan dari Agen Penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah dengan melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

3.     Melengkapi formulir pemesanan ORI di Pasar Perdana dan menyerahkannya kepada Agen Penjual sebagai instruksi pembelian, serta memastikan dana yang tersedia dalam rekening tabungan/giro Nasabah pada Agen Penjual mencukupi sesuai dengan jumlah pemesanan.

4.     Memperoleh hasil penjatahan Pemerintah dari Agen Penjual sesuai ketentuan yang berlaku.

5.     Menerima bukti kepemilikan surat berharga yang diterbitkan oleh kustodian bank atau sub-registry melalui Agen Penjual.

6.     Menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak seluruhnya dimenangkan.

 

Investasi di Pasar Sekunder

1.     Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek.

2.     Pembelian ORI yang dilakukan dengan mekanisme nonbursa (over-the-counter) dapat melalui Perusahaan Efek atau Bank Umum.

 

Mekanisme Pembayaran Kupon dan Pokok

Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran kupon dan pokok ORI ke sub-registry.

 

Selanjutnya sub-registry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan Investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran kupon dan/atau pokok ORI.

 

Pihak yang tercatat sebagai pemegang ORI pada sub-registry 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran kupon dan/atau pokok ORI berhak atas kupon dan/atau pokok ORI.

 

Ilustrasi perhitungan hasil investasi:

Contoh di bawah ini hanya dapat digunakan sebagai ilustrasi saja dan tidak menunjukkan informasi tingkat kupon yang sebenarnya, jadwal pembayaran kupon yang mungkin dapat berbeda, dan belum memperhitungkan faktor pajak atas kupon dan capital gain (apabila ada)

 

A

Investor A membeli ORI di Pasar Perdana sebesar

Rp10.000.000,00 dengan kupon 8,00% dan tidak dijual sampai jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon            =      8,00% x Rp10.000.000,00 x 1/12

                        =      Rp66.667,00 setiap bulan s.d. jatuh tempo

 

Pokok pada saat jatuh tempo Rp10.000.000,00

 

B

Investor B membeli ORI di Pasar Perdana sebesar

Rp10.000.000,00 dengan kupon 8,00% dan dijual

di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon             =   8,00% x Rp10.000.000,00 x 1/12

                         =   Rp66.667,00 setiap bulan s.d. saat dijual

Capital Gain=  Rp10.000.000,00 x (105-100)%

                         =   Rp500.000,00

 

Pokok yang diterima saat dijual Rp10.500.000,00

didapat dari Pokok ORI sebesar Rp10.000.000,00 ditambah capital gain sebesar Rp500.000,00.

 

C

Investor C membeli ORI di Pasar Perdana sebesar

Rp10.000.000,00 dengan kupon 8,00% dan dijual

di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

Kupon            =   8,00% x Rp10.000.000,00 x 1/12

                        =   Rp66.667,00 setiap bulan s.d. saat dijual

Capital Loss=  Rp10.000.000,00 x (95%-100%)

                        =  -Rp500.000,00

 

Pokok yang diterima saat dijual Rp9.500.000,00 didapat dari Pokok ORI sebesar Rp10.000.000,00 dikurangi capital loss sebesar Rp500.000,00.

 

(Perhitungan di atas belum memperhitungkan pembayaran pajak sebesar 15% atas kupon dan capital gain serta biaya transaksi di Pasar Sekunder).

 

DISCLAIMER:

1.     Konten ini hanya sebagai sarana informasi mengenai obligasi negara ritel dan tidak dimaksudkan sebagai penawaran resmi untuk membeli.

2.     Pelajari terlebih dahulu seluruh informasi mengenai penawaran obligasi negara ritel secara seksama sebelum Anda melakukan investasi.

3.     Keputusan untuk membeli obligasi negara ritel ini hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan investasi dan tingkat preferensi Anda terhadap risiko investasi.

 

 

Perbandingan antara Saham, Deposito, Reksadana, dan ORI

 

 

Saham

Deposito

Reksadana Terproteksi

ORI

Jatuh Tempo

Tidak ada

Ada

Ada

Ada

Kupon/Bunga

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Ada jumlah tetap

Deviden

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Potential Capital Gain

Ada

Tidak ada

Ada

Ada

Jaminan Pemerintah

Tidak ada

Ada (s.d. jumlah tertentu dgn syarat)

Tidak ada

Ada (tanpa batasan & tanpa syarat)

Perdagangan di Pasar Sekunder

Dapat

Tidak dapat

Tidak dapat

Dapat

Stand-by Buyer

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Ada

 

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi:

Kementerian Keuangan

Republik Indonesia

 

Direktorat Surat Utang Negara

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Gedung Frans Seda Lantai 4

Jl. DR Wahidin Raya No. 1

Jakarta 10710

Telp. 021-3865330, Fax. 021-3846516

E-mail: webmaster.djppr@kemenkeu.go.id

Website: www.djppr.kemenkeu.go.id