Laba bersih setelah pajak tumbuh 36%; Pendapatan non-bunga naik 23%
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) hari ini mengumumkan laba bersih setelah pajak konsolidasian sebesar Rp 2 triliun pada semester pertama tahun 2012, atau naik 36% dari Rp 1,473 triliun pada semester pertama tahun 2011.
“Di tengah perekonomian domestik yang relatif stabil, kami mampu menghasilkan pertumbuhan yang kuat di semua segmen bisnis kami di semester pertama tahun ini. Hal ini jelas menandakan kuatnya perekonomian Indonesia pada paruh pertama tahun ini, meskipun adanya tekanan dari ekonomi global,” kata Henry Ho, Presiden Direktur Danamon. Pada akhir Juni 2012, total kredit Danamon mencapai Rp 110 triliun, naik 19% dari Rp93 triliun setahun yang lalu.
Pertumbuhan kredit yang positif ini didorong oleh pertumbuhan di segmen kredit mass market, yang mencakup kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan pembiayaan syariah beragunan emas. Kredit di segmen mass market ini tumbuh sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 64 triliun sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, dan berkontribusi sebesar 58% kepada total portofolio kredit Danamon .
“Unit perbankan mikro kami, Danamon Simpan Pinjam (DSP), secara aktif berkembang ke sektor yang berpotensi, seperti baru-baru ini meraih hasil yang menjanjikan pada sektor agribisnis,” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon.
Kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersil (Small Medium Enterprises and Commercial/SMEC) mencatat pertumbuhan sebesar 20% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 28 triliun, atau 25% dari total portofolio kredit Danamon. Sementara itu, pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 64% menjadi Rp5,6 triliun. Sementara itu, kredit dari segmen korporasi tumbuh 13% menjadi Rp 13 triliun, dan trade finance Danamon naik 55% menjadi Rp 6,5 triliun.
“Pertumbuhan kredit kami di enam bulan pertama 2012 juga disertai kualitas aset yang terjaga. Rasio Non-performing loans (NPL) turun menjadi 2,5% dari 2,9% pada akhir Juni 2011,” kata Vera.
Dalam bisnis pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance tercatat pertumbuhan sebesar 26% menjadi Rp 44 triliun atau 40% dari total kredit Danamon. Pertumbuhan ini diraih oleh hubungan erat Adira Finance dengan para dealer dan nasabah serta penerapan pengelolaan risiko secara prudent.
“Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga Danamon tumbuh sebesar 14% mencapai Rp 111 triliun,” jelas Vera. Giro (Curent Accounts) tumbuh 35% sementara Tabungan (Savings Accounts) tumbuh 13%, sehingga masing-masing menjadi Rp 14 triliun dan Rp 24 triliun.
Secara keseluruhan, Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh sebesar 20% menjadi Rp 37 triliun, sementara deposito tumbuh sebesar 7% menjadi Rp 56 triliun. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, rasio kredit terhadap total pendanaan (Loan to Total Funding Ratio) berada di posisi 84,4% dibandingkan 91,3% pada tahun lalu, dan rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio) mencapai 97,1% dari 99,0% di tahun sebelumnya.
Selain mencatat pertumbuhan kredit yang kuat, fee income atau pendapatan non bunga Danamon juga meraih pertumbuhan year-on-year sebesar 23% menjadi Rp 2,2 triliun, sampai akhir Juni 2012 yang disebabkan oleh kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit dan pendapatan-pendapatan dari bisnis Bancassurance. “Pendapatan terkait penyaluran kredit telah tumbuh 21% mencapai Rp 1,6 triliun, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kredit Danamon,” jelas Vera.
Dengan pertumbuhan laba bersih yang sehat, Return of Average Asset (ROAA) Danamon tercatat sebesar 2,8%, dan Return on Average Equity (ROAE) mencapai 16,4%. Selain itu, sampai 30 Juni 2012, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasian Danamon naik menjadi 18,8% dari 14,0% pada tahun lalu, sementara Standalone CAR naik menjadi 18,1% dari 12,1% tahun lalu.
Permodalan Danamon yang kuat memungkinkan momentum positif untuk ekspansi. “Kami memiliki jaringan distribusi nasional yang luas, dan dengan memanfaatkan permodalan yang kuat, 54 cabang konvensional telah dibuka pada 12 bulan terakhir sampai akhir Juni 2012, sehingga total cabang konvensional menjadi 526 cabang. Pada periode 12 bulan yang sama, kami juga telah membuka 49 unit DSP serta 87 cabang dan outlet Adira Finance. Dalam 12 bulan terakhir, kami juga menambahkan 227 mesin ATM dan 47 mesin penyetoran tunai (Cash Deposit Machine/CDM), sehingga total mesin ATM Danamon menjadi 1.314 unit dan total mesin CDM menjadi 50 unit. Selain itu, memasuki bulan Ramadhan, kami siap antisipasi maraknya permintaan untuk pembiayaan beragunan emas berbasis syariah dengan 139 unit Solusi Emas Syariah kami,” tambah Vera.
Tentang Danamon:
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 30 Juni 2012 memiliki lebih dari 3.200 kantor cabang dan point of sales, termasuk unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke lebih dari 30.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia.
Danamon belum lama ini meraih penghargaan “Best Private Bank with over Rp10 trillion in Assets in Risk Management Education” dalam ajang Indonesia Enterprise Risk Management Award 2012 yang diselenggarakan oleh Business Review. Danamon juga meraih penghargaan Indonesia Brand Champion 2012 dan Indonesia Service to Care Champion 2012 dari Marketeers dan Markplus Insight untuk kategori bank konvensional dengan aset di atas Rp 75 triliun. Dalam ajang internasional, Danamon meraih “Best Corporate Governance” dalam poll “Asia’s Best Companies 2012” yang diadakan oleh FinanceAsia.
Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Express® di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Express ® pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Express dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia. Danamon juga adalah penerbit tunggal kartu Manchester United dengan kartu Debit/ATM dan kartu kredit Manchester United.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.
Pada tanggal 30 Juni 2012, 67,37% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan sebesar 32,63% oleh publik. Pada tanggal 2 April 2012, Danamon telah mendapatkan informasi dari Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. (FFH), bahwa FFH telah menjalin kesepakatan penjualan saham bersyarat (conditional share purchase agreement) dengan DBS Group Holdings (DBS) untuk menjual semua kepemilikan sahamnya di Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. (AFI) kepada DBS. Transaksi ini akan difinalisasi setelah diperoleh persetujuan, antara lain, dari pemegang saham DBS dan para regulator di Singapura dan Indonesia, termasuk Bank Indonesia.