Libatkan Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Satu Peraih Danamon Award 2012 Terfavorit; Voting dari 9 Juni 2012 sampai 8 Juli 2012
Dewan Juri Danamon Award telah mengumumkan 5 peraih Danamon Award 2012. Kelima peraih telah melewati proses seleksi yang ketat melalui empat kriteria penilaian yaitu motivation (motivasi), outcome (hasil), outreach (jangkauan), dan sustainability (keberlangsungan). Tahun ini, Panitia Danamon Award menerima sebanyak 302 proposal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dewan Juri melakukan 2 kali tahap penyeleksian yaitu dari sebanyak 302 proposal menjadi 15 finalis dan penjurian tahap kedua menyeleksi dari 15 finalis menjadi 5 peraih Danamon Award 2012.
Kelima peraih Danamon Award 2012 ini berasal dari daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. dengan ragam kegiatan meliputi pertanian, pemberdayaan sosial dan lingkungan hidup, kesenian, dan Online Marketing. Danamon Award tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6 kalinya. Seperti pada tahun lalu, Panitia Danamon Award kembali akan mengundang publik untuk memilih satu peraih Danamon Award 2012 terfavorit melalui voting online, SMS, dan jejaring sosial yaitu Facebook.
Voting dimulai dari 9 Juni sampai dengan 8 Juli 2012 dan bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh profil kelima peraih Danamon Award 2012 dapat mengakses http://www.danamonaward.org. Sedangkan untuk dukungan suara dapat dilakukan melalui SMS ke nomor 9123 dengan format DA(spasi)nomor peraih pilihan Anda(#)Kota_Pemilih. Contoh: ketik “DA 1#Jakarta” untuk memilih peraih nomor satu. Satu nomor ponsel hanya dapat untuk memilih satu kali dengan tarif Rp500/SMS.
Ketua Panitia Pelaksana Danamon Award 2012, Zsa Zsa Yusharyahya mengatakan, “Sejalan dengan visi Danamon yaitu kita peduli dan membantu jutaan orang untuk mencapai kesejahteraan, kami mendukung individu-individu yang memliliki semangat tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup dirinya, masyarakat sekitarnya, dan lingkungannya. Mereka patut dikenal oleh masyarakat luas, sehingga kisah perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi bagi khalayak banyak. Oleh karena itu, sekarang saatnya kita berikan dukungan melalui voting untuk memilih satu peraih favorit Danamon Award 2012 pilihan masyarakat.”
Dalam penyelenggaraan Danamon Award 2012, Danamon menjalin kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP), suatu organisasi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang bergerak dalam bidang pembangunan. “Dengan terlibatnya suatu lembaga internasional seperti UNDP, pencapaian luar biasa para peraih Danamon Award 2012 akan lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di Indonesia, namun juga secara internasional,” tambah Zsa Zsa Yusharyahya mengatakan.
Berikut profil singkat kelima peraih Danamon Award 2012 dilengkapi dengan kode SMS untuk memilih.
Bambang Parianom “Penyelamat Lingkungan” (Kode SMS: DA 1)
Banjir bandang yang melanda Batu, Malang, pada 2 Februari 2004 membuat Bambang Parianom (57 th) berinisiatif melakukan reboisasi hutan di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tahun 2005, ia mendirikan Yayasan PUSAKA untuk menggalang bantuan dana bagi petani binaan yang terlibat dalam penghijauan. Yayasan ini juga menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan usaha produktif dalam pelestarian alam yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Usahanya diawali dengan menanami pohon bambu di pinggiran hulu sungai Brantas, dilanjutkan dengan penanaman apel dan jambu merah di sepanjang aliran sungai tersebut. Yayasan ini membagikan bibit jambu merah dan apel secara gratis kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa dibimbing untuk menghargai sumber-sumber mata air sekaligus berperan aktif menjaga daerah bantaran sungai agar tidak longsor.
Saat ini Yayasan PUSAKA telah menjalin kemitraan dengan berbagai kalangan yang peduli dengan lingkungan. Kini total lahan yang digarap PUSAKA mencapai kurang lebih 100 hektar.
Djuhhari Witjaksono, “Seniman Bahari” (Kode SMS: DA 2)
Kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan melalui kerajinan miniatur kapal. Hal inilah yang dibuktikan Djuhhari Witjaksono (82 th), warga, Mojokerto, Jawa Timur. Dengan belajar secara otodidak sejak tahun1980-an ia mampu membuat beragam perahu miniatur tradisional Nusantara.
Salah satu karya monumentalnya adalah miniatur perahu Majapahit yang ia buat pada tahun 1991. Hasil karyanya ini ternyata menarik minat banyak orang. Djuhhari, yang akrab dipanggil Abah, menjual karya-karyanya dengan harga antara ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Omzetnya kini mencapai Rp 30 juta per bulan.
Sejak awal menekuni bidang ini Abah memotivasi masyarakat setempat untuk ikut terlibat karena yakin dengan potensi bisnis yang dikembangkannya. Ia menularkan keahliannya kepada generasi muda dengan terjun langsung mengajari cara membuat miniatur kapal tradisional. Hasilnya, banyak warga setempat menekuni usaha yang sama, sehingga Desa Blooto dan Dusun Bangsal, Mojokerto, terkenal sebagai salah satu sentra perajin miniatur kapal.
Habibie Afsyah, “Suhu Internet Marketer” (Kode SMS: DA 3)
Habibie Afsyah yang lahir di Jakarta, 6 Januari 1988, tumbuh dengan keterbatasan fisik. Sejak bayi, Habibie didiagnosis mengidap penyakit langka Muscular Dystrophy tipe Becker yang merusak saraf motorik di otak kecilnya. Penyakit itu membuat tubuh Habibie tak bisa berkembang sempurna.
Keterbatasan fisik dan gerak itu tak membuat Habibie patah semangat. Ia belajar seluk beluk marketing di dunia maya, aktivitas bisnis yang tak terlalu banyak menyita gerak fisik. Hasilnya luar biasa. Dari aktivitas mempromosikan produk yang dijual online, ia mampu memiliki pendapatan hingga ribuan dollar (USD) per bulan.
Melalui Yayasan Habibie Afsyah, pemuda yang gemar bermain games online ini getol mengkampanyekan forum Be Your Self. Melalui forum tersebut, kepiawaiannya sebagai seorang internet marketer ia tularkan ke sesama penyandang disabilitas di Indonesia. Tidak hanya itu, Habibie juga mengajak masyarakat luas untuk menggali potensi dan mengembangkan diri agar mandiri.
Joharipin, “Pemberdaya Petani” (Kode SMS: DA 4)
Joharipin (37 th) terlahir dari keluarga petani di Desa Jengkok, Kecamatan Kertasemaya, Indramayu,. Pria yang akrab disapa Mas Jo ini awalnya merasa prihatin dengan harga benih yang mahal, juga pupuk yang seringkali langka .Belum lagi kesulitan modal yang seringkali memaksa dia dan petani lainnya harus rela berhutang pada tengkulak.
Dalam upayanya untuk menekan harga benih yang mahal, ia berhasil menemukan benih unggul padi Bongong yang merupakan hasil silangan benih padi kebo dan benih padi longong.
Awalnya, Mas Jo hanya berbagi kepada 30 orang yang mau mengikutinya menanam padi dari benih lokal. Tapi sekarang sudah ribuan petani yang minta benih dari dia, karena benih padi Bongong ternyata menghasilkan panen lebih tinggi .Panen padi mereka yang sebelumnya menghasilkan hingga sampai 7 ton, dengan benih Bongong panen bisa mencapai 10 ton
Benih padi Bongong kini ditanam secara luas mulai dari Aceh, Kalimantan Barat, Kudus dan Lumajang sehingga ikut meningkatkan penghasilan para petani.
Lale Alon Sari, “Srikandi Tenun” (Kode SMS: DA 5)
Kemiskinan masih melekat pada kaum perempuan di Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, layanan kesehatan juga belum memadai dan tingkat pendidikan masyarakatnya terbatas.
Mulai tahun 1987, Lale Alon Sari (45 th) turun ke dusun-dusun memotivasi kaum perempuan agar bersama-sama keluar dari kondisi yang ada melalui Aliansi Peduli Perempuan Kembang Komak (AP2K). Lale memilih pemberdayaan melalui keterampilan menenun yang dikuasai perempuan setempat secara turun-temurun. Ia memberikan pelatihan, membuka akses terhadap bahan baku dan mengembangkan pemasaran dengan membangun artshop yang menjual hasil tenun.
Ia juga membentuk Koperasi Wanita “Stagen” untuk solusi permodalan. Koperasi ini memberikan jasa simpan pinjam kepada calon anggota dan anggota kelompok tenun. Kini masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dan 60 kelompok perempuan penenun di Desa Batu Jai dengan 600 anggotanya bisa lebih mandiri.
Tentang Danamon:
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 31 Maret 2012 memiliki lebih dari 3.100 kantor cabang dan point of sales, termasuk unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke lebih dari 30.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia.
Danamon belum lama ini meraih penghargaan Indonesian Bank Loyalty Champion 2012 dari Infobank dan Markplus Insight untuk kategori bank konvensional dengan aset di atas Rp 75 triliun. Danamon juga meraih penghargaan Indonesia Brand Champion 2012 dan Indonesia Service to Care Champion 2012 dari Marketeers dan Markplus Insight untuk kategori bank konvensional dengan aset di atas Rp 75 triliun. Tahun lalu, Danamon meraih juara ketiga Annual Report Award (ARA) 2011 dalam pelaporan tahunannya untuk kategori perusahaan Private Keuangan Listed.
Dari institusi terkemuka internasional, Danamon telah dianugerahi “Gold Award 2011” dalam kategori Best Core Banking System Initiative, Asian Banking & Finance Banking Retail Awards 2011, yang digelar oleh Asian Banking & Finance Magazine (ABF).
Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Express® di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Express ® pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Express dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia. Danamon juga adalah penerbit tunggal kartu Manchester United dengan kartu Debit/ATM dan kartu kredit Manchester United.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.
Pada tanggal 31 Maret 2012, 67,37% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan sebesar 32,63% oleh publik. Pada tanggal 2 April 2012, Danamon telah mendapatkan informasi dari Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. (FFH), bahwa FFH telah menjalin kesepakatan penjualan saham bersyarat (conditional share purchase agreement) dengan DBS Group Holdings (DBS) untuk menjual semua kepemilikan sahamnya di Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. (AFI) kepada DBS. Transaksi ini akan difinalisasi setelah diperoleh persetujuan, antara lain, dari pemegang saham DBS dan para regulator di Singapura dan Indonesia, termasuk Bank Indonesia.