Berita

Laba Bersih Setelah Pajak Danamon Tahun 2011; Rp 3,3 Triliun, Naik 16%; Rights Issue Meningkatkan CAR Menjadi 17,5%

Catatkan 23% Pertumbuhan dalam Kredit, Sementara Fee Income Naik 24%

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) hari ini mengumumkan laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) sebesar Rp 3,336 triliun untuk tahun 2011, yang merupakan peningkatan 16% dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak untuk tahun 2010, sebesar Rp 2,883 triliun. Peningkatan NPAT ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market dan usaha kecil dan menengah (UKM) serta pertumbuhan dalam fee income. Danamon juga berhasil melaksanakan penawaran saham terbatas (rights issue) di tahun 2011, yang menguatkan permodalan untuk melanjutkan perkembangan bisnisnya.

“Kekuatan ekonomi Indonesia, yang dicerminkan oleh peningkatan peringkat kreditnya menjadi investment grade—terlepas dari persoalan hutang yang dialami negara-negara Eropa, juga proses pemulihan ekonomi yang lamban di Amerika Serikat—menciptakan kondisi usaha yang kondusif dan memungkinkan kami untuk mencapai tingkat pertumbuhan kredit yang cukup tinggi,” ungkap Henry Ho, Direktur Utama Danamon.

Total kredit Danamon pada akhir tahun 2011 mencapai Rp 101,7 triliun, naik 23% dari Rp 82,7 triliun pada di akhir tahun 2010. Kredit kepada segment mass market, yang mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan pembiayaan syariah beragun emas, mencatat pertumbuhan sebesar 26% mencapai Rp 59,252 triliun. Kredit mass market ini mencakup 58% dari total portofolio kredit Danamon.

Di tahun 2011, bisnis kredit UKM dan Komersial Danamon yang melayani nasabah berukuran sedang (mid-size) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga mencapai Rp 24 triliun, dan memberikan kontribusi sebesar 24% dari total kredit Danamon. Kredit UKM tumbuh 27% hingga Rp 14,2 triliun, sementara kredit Komersial mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% hingga mencapai Rp 10 triliun. Lebih lanjut, pembiayaan yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon, yang menawarkan pembiayaan alat berat; sebagian besar adalah kelompok nasabah mid-size dalam bidang usaha pertambangan dan agrobisnis, mencapai pertumbuhan kredit sebesar 59%, mencapai Rp 4,573 triliun.

“Pertumbuhan kredit yang kuat di semua lini bisnis kami juga diiringi oleh penerapan prinsip-prinsip perbankan yang prudent, menjunjung tinggi kehati-hatian dan kedisiplinan. Hal tersebut memungkinkan kami untuk menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Perfroming Loans,” ungkap Vera Eve Lim, Direktur dan Chief Financial Officer Danamon. Pada akhir 2011, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loans/NPL) membaik, menjadi 2,5% dibandingkan 3,0% pada akhir 2010.

“Selain tingkat pertumbuhan yang sehat di sisi kredit, Danamon juga mencatatkan peningkatan fee income sebesar 24% menjadi Rp 4,131 triliun yang disebabkan oleh kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit dan pendapatan-pendapatan dari bisnis bancassurance,” lanjut Vera. Pendapatan terkait penyaluran kredit telah tumbuh 29% mencapai Rp 3,049 triliun, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kredit Danamon, sementara pendapatan fee income bancassurance naik sebesar 196% mencapai Rp 330 miliar, didorong oleh terjalinnya kemitraan strategis dengan Manulife pada kuartal ketiga 2011 lalu. 

Bisnis pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,511 triliun, yang merupakan pertumbuhan setahunan (year-on-year) sebesar 13%. Adira Finance juga menyalurkan pembiayaan senilai Rp 41,363 triliun sepanjang 2011, atau naik 35% year-on-year. Pertumbuhan tersebut menempatkan Adira Finance sebagai pemain utama dalam industrinya, dan Adira Finance berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang-peluang pertumbuhan ke depan, setelah berhasil menerbitkan obligasi berbunga tetap senilai Rp 5 triliun, tahun 2011 lalu.

Sementara itu, Adira Insurance, anak perusahaan Danamon yang bergerak dalam bisnis asuransi umum, mencatatkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 331 miliar, atau 26% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini disebabkan pula oleh pertumbuhan gross premi sebesar 36% mencapai Rp 1,474 triliun tahun lalu. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya, Adira Insurance menambah 10 outlet di tahun 2011 dan merencanakan untuk membuka 11 outlet baru di tahun 2012. 

“Di tahun 2011 lalu, Danamon berhasil pula menguatkan permodalannya, yakni sebesar Rp 5 triliun, melalui rights issue. Dengan demikian, Danamon berada dalam posisi yang sangat baik untuk mencapai pertumbuhan lebih lanjut,” ungkap Henry. Penawaran saham terbatas tersebut; yang mencatatkan tingkat permintaan 113% dari jumlah saham yang ditawarkan, meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi Danamon dari 16% di tahun 2010, mencapai 17,5% pada akhir 2011. Posisi CAR ini jauh diatas peraturan tingkat kecukupan modal minimum bagi perbankan, yaitu 8%.

“Dengan berhasilnya rights issue tersebut, kami mempunyai kemampuan yang lebih besar lagi untuk memperluas jaringan pelayanan kami,” jelas Vera. Di tahun 2011, Danamon dan anak-anak perusahaannya menambah 393 cabang dan outlet untuk menjangkau wilayah pelayanan yang lebih luas lagi. Perluasan wilayah cakupan di tahun 2011 termasuk penambahan 178 cabang baru untuk bisnis Danamon Simpan Pinjam, 103 cabang dan outlet Adira Finance, dan 42 cabang dan point of sales Adira Kredit. Untuk mendukung perluasan jaringan layanannya, Danamon merekrut lebih dari 9.000 karyawan sepanjang tahun 2011 dan membuka ribuan lahan pekerjaan. Pada akhir tahun 2011 total karyawan Danamon mencapai 70.949 orang.

Ke depannya, Danamon akan melanjutkan upaya untuk memperluas jaringan fisik layanannya. Di tahun 2012, direncanakan penambahan 300 lokasi baru untuk melayani nasabah di berbagai segmen, termasuk sekitar 150 unit Solusi Emas Syariah, 112 outlet baru untuk Adira Finance, dan 59 outlet baru untuk Adira Kredit.   

Untuk melengkapi perluasan jaringannya, Danamon telah melakukan pengembangan lebih lanjut atas layanan internet dan mobile banking-nya. Upaya Danamon untuk terus meningkatkan pelayanan internet banking tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Kini penggunaan Danamon Online Banking telah mencapai kisaran 1,5 juta transaksi per bulannya. Angka ini diprediksi akan terus meningkat. 

Total pendanaan Danamon juga meningkat, yakni sebesar 9%, dan mencapai Rp 88,054 triliun di tahun 2011 dari Rp 80,921 triliun di tahun sebelumnya didukung oleh pertumbuhan yang pesat pada layanan giro dan tabungan (CASA). Secara gabungan, keduanya tumbuh sebesar 12% mencapai Rp 36,433 triliun atau 41% dari total dana pihak ketiga. “Pertumbuhan dalam CASA ini sejalan dengan strategi Danamon untuk terus memperkuat sisi pendanaannya,” ungkap Vera.

“Kami juga terus berinvestasi untuk memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga kami, yang antara lain kami laksanakan melalui perluasan jaringan layanan kami. Kami berencana untuk membuka sekitar 70 cabang konvensional dan menambah sekitar 600 ATM dari 2011 hingga akhir 2012 nanti,” lanjut Vera. 
 
Tentang Danamon:

PT Bank Danamon Indonesia Tbk didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 31 Desember 2011 memiliki lebih dari 3.000 kantor cabang dan point of sales, termasuk unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke lebih dari 30.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia.

Danamon belum lama ini meraih juara ketiga Annual Report Award (ARA) 2011 dalam pelaporan tahunannya untuk kategori perusahaan Private Keuangan Listed, The Best of Indonesia Service to Care Champion 2011 untuk kategori bank konvensional dengan aset diatas Rp 65 triliun dari MarkPlus Insight dan Majalah Marketeers, serta Best Local Cash Management Banks in Indonesia dalam Asiamoney Cash Management Poll 2010 oleh Asiamoney.

Dari institusi terkemuka internasional, Danamon telah dianugerahi “Gold Award 2011” dalam kategori Best Core Banking System Initiative, Asian Banking & Finance Banking Retail Awards 2011, yang digelar oleh Asian Banking & Finance Magazine (ABF). Para dewan juri menetapkan peraih berdasarkan strategi kandidat, pelayanan dan produk inovatif, keefektifan serta flexibilitas dalam menghadapi perubahan maupun kesempatan yang dinamis.

Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Express® di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Express ® pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Express dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.

Pada tanggal 31 Desember 2011, 67,37% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan sebesar 32,63% oleh publik.

  Download Siaran Pers


Posted on 14 Februari 2012
Return